ASPEK. ID, JAKARTA — TNI AD bakal memiliki lima Kodam baru per 5 Oktober 2026. Peresmian lima Kodam baru tersebut akan dilakukan oleh Presiden RI pada HUT ke-81 TNI di Monas, Jakarta Pusat. Setelah peresmian sejumlah satuan baru termasuk Kodam, RI 1 juga bakal melantik lima Pangdam baru.
Adapun Kodam baru tersebut terbentuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara (Malut), dan Papua Tengah (Papteng), masih belum diketahui. TNI AD berencana mendirikan 38 Kodam se-Indonesia dari 21 Kodam yang sudah berdiri hingga 2026.
“Rencananya demikian,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (19/8/2026).
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menjelaskan, tugas Kodam baru sama seperti Kodam eksisting yang sudah berdiri di 21 provinsi. Kodam baru bakal bertaggung jawab menjalankan kegiatan teritorial seperti menjaga keamanan warga hingga pendataan serta pengerjaan fasilitas umum yang rusak.
“Tetapi jika kondisi darurat, kodam ini lah nanti yang memimpin untuk melakukan perlawanan terhadap musuh. Itu dibilangnya perlawanan rakyat semesta,” ujar Maruli di Monas, Sabtu (19/9/2026) dilansir dari Republika.
Dia mencontohkan, Kodam di Papteng bakal bertanggung jawab menangani konflik dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Maruli menyebut, masalah OPM memang menjadi kewenangan Satgas TNI Habema. Meski begitu, Kodam Tapteng ikut bertugas menjaga teritorial.
“Kalau untuk OPM ini satgas yang mengurus. Setelah mereka memastikan sebuah daerah berhasil dikuasai dan aman, barulah kodam masuk ke situ untuk kegiatan teritorial,” ucap Maruli.















