ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah mulai melakukan pengerjaan atau pembangunan infrastruktur dasar di destinasi wisata super prioritas atau Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Labuan Bajo adalah ibu kota kabupaten Manggarai Barat dan terletak di ujung paling barat Pulau Flores. Labuan Bajo adalah titik peluncuran wistawatan atau gerbang ke Pulau Komodo, Pulau Rinca serta Pulau Padar. Taman Nasional Komodo sendiri meliputi banyak perairan dan pulau-pulau di sebelah barat Labuan Bajo.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangannya mengatakan, pemerintah menganggarkan anggaran sebesar Rp 1,31 triliun untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti peningkatan fungsi jalan, penataan trotoal, serta perbaikan dan peningkatan fungsi drainase.
Pembangunan infrastruktur pada setiap kawasan juga harus direncanakan secara terpadu, baik dari sisi penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, hingga soal perbaikan hunian penduduk setempat.
“Hal pertama yang harus diperbaiki untuk kawasan pariwisata adalah infrastrukturnya. Selanjutnya amenities dan event, dan kemudian dilakukan promosi secara besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan akan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul,” kata dia, Minggu (1/3).
Dijelaskan Basuki, dari alokasi anggaran Kementerian PUPR sebanyak Rp 1,31 triliun untuk Labuan Bajo, Rp 67,7 miliar diantaranya untuk bidang sumber daya air untuk pembangunan sarpras Pantai Lohbuaya Pulau Rinca.
Selanjutnya, Rp 420,1 miliar untuk bidang peningkatan jalan khususnya Kawasan Pariwisata Waecicu sepanjang dan pembangunan jalan akses pelabuhan.
Kemudian di bidang permukiman sebesar Rp 646,3 miliar untuk penataan Kawasan Pantai Marina-Bukit Pramuka dan penataan Kawasan Puncak Waringin.
Terakhir, yakni bidang perumahan sebesar Rp 174,5 miliar pembangunan baru rumah swadaya pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 315 unit.
Kemudian untuk dukungan konektivitas di Labuan Bajo, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang, Ditjen Bina Marga telah memulainya dengan penandatanganan lima paket pekerjaan.
Kelima paket itu meliputi empat paket peningkatan jalan dan penataan trotoar serta drainase di kawasan premium Labuan Bajo di Jalan Soekarno-Hatta Atas sepanjang 9,97 km dengan anggaran Rp 55,8 miliar.
Selanjutnya Jalan Soekarno-Hatta Bawah sepanjang 10,05 km dengan anggaran Rp 41,6 miliar, Jalan Simpang Pede sepanjang 20,03 km dengan anggaran sebesar Rp 84 miliar, Jalan Yohanes Sahadun sepanjang 20,23 km dengan anggaran Rp 46,7 miliar, serta satu paket peningkatan jalan kawasan pariwisata waecicu sepanjang 4 km sebesar Rp 21,7 miliar.
























