ASPEK.ID, JAKARTA – Korban yang berjatuhan akibat virus Corona atau Covid-19 di seluruh dunia hingga saat ini terus saja bertambah jumlahnya.
Hal ini membuat World Health Organization (WHO) memperbarui cara pencegahan penyebaran virus corona COVID-19. Lembaga kesehatan dunia itu mengubah cara komunikasi antara manusia dari social distancing menjadi physical distancing.
Social distancing masih memungkinkan orang bertatap muka dengan jarak 1 hingga 2 meter, saat berkomunikasi. Sedangkan, dalam physical distancing orang benar-benar tidak boleh bertatap muka.
“Dalam pencegahan di masyarakat, penerapan social distancing saat ini yang terbaru dari WHO adalah physical distancing,” kata Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus corona Covid-19, Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Minggu (22/3).Wiku meminta agar masyarakat physical distancing yang diamanatkan WHO ini mulai diterapkan di masyarakat, agar pandemi Covid-19 segera berakhir.
Wiku meminta agar masyarakat physical distancing yang diamanatkan WHO ini mulai diterapkan di masyarakat, agar pandemi Covid-19 segera berakhir.
“Agar dipatuhi oleh seluruh masyarakat sebagai upaya untuk mengidentifikasi agar cepat memutus mata rantai di masyarakat,” imbuhnya.
Jumlah korban yang positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 di Indonesia saat ini menjadi 514 kasus dan angka kematian menjadi 48 orang per Minggu (22/3).
Jumlah ini meningkat dibandingkan pada Sabtu (21/3), dengan jumlah penambahan 64 kasus dan jumlah kematian bertambah 10 kasus.
Sementara itu, hingga saat ini jumlah pasien positif yang sembuh bertambah sebanyak sembilan orang menjadi 29 orang.
Secara keseluruhan di tingkat global, jumlah korban yang positif terinfeksi virus Corona hingga Minggu (22/3) siang mencapai 307.485 orang dengan jumlah kematian sebesar 13.055 orang.




















