• Latest
  • Trending
Digadang-gadang Jadi Bos OJK, Begini Respons Misbakhun

Misbakhun Beberkan Bedanya Pelemahan Rupiah 1998 dan 2026

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Ikuti Garis Politik Jokowi

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Bocorksn Isi Surat ke Panglima TNI Keterlibatan Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

Sah! BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Prajogo Pangestu Habiskan Rp 3,6 Triliun, Akuisisi Diler Mobil di Singapura-Malaysia

Imbas Peringatan MSCI Kekayaan 3 Miliarder Indonesia Berkurang Rp 106 Triliun

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

Istri Adik Eks Kepala BNPB Menangi Sejumlah Proyek

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Anas: 2 Agenda Mendesak Prabowo-Gibran di Tahun Ketiga

Bursa Asia Menguat, IHSG Ikut Meroket di Awal Perdagangan

Cegah Bursa RI Turun ke Standalone Market, DEN Beri Saran ke Prabowo

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

Sempat Menguat, IHSG Hari Ini Melemah

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Sore Ini

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

UNDP: 800 Juta Anak Muda Hadapi Masa Depan Tanpa Kerja

WFH ASN Resmi Berlaku, Perjalanan Dinas Dipangkas hingga 70%

Menkeu Pastikan Gaji PNS Dibayar Melalui Bank Bukan Kopdes

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Misbakhun Beberkan Bedanya Pelemahan Rupiah 1998 dan 2026

by Muhammad Fadhil
Mei 25, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS, POLITIK
Digadang-gadang Jadi Bos OJK, Begini Respons Misbakhun

Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun. Foto: Ilham Oktafian

ASPEK.ID, JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pelemahan rupiah saat ini tidak bisa disamakan dengan kondisi ketika krisis moneter 1998 terjadi. Menurutnya, struktur ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dibandingkan masa krisis dahulu.

Hal itu disampaikan Misbakhun merespons banyaknya perbandingan nilai tukar rupiah sekarang dengan kondisi 1998 yang ramai dibahas di media sosial. Saat ini, rupiah berada di kisaran Rp 17.700 per dolar AS, sedangkan pada krisis 1998 rupiah juga sempat menyentuh level serupa.

Meski demikian, dia menegaskan titik awal pelemahan rupiah pada dua periode tersebut sangat berbeda. Pada 1998, rupiah terjun bebas dari level Rp 2.400 per dolar AS hingga menembus Rp 17.000 lebih. Sementara saat ini, pelemahan terjadi dari kisaran Rp 16.000-an per dolar AS.

BacaJuga

Prabowo: Ikuti Garis Politik Jokowi

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

KPK Bocorksn Isi Surat ke Panglima TNI Keterlibatan Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Sah! BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Imbas Peringatan MSCI Kekayaan 3 Miliarder Indonesia Berkurang Rp 106 Triliun

Istri Adik Eks Kepala BNPB Menangi Sejumlah Proyek

“Kita harus yakinkan kepada masyarakat Indonesia bahwa rupiah Rp 17.800 itu memang sebuah fenomena. Angka yang sangat tinggi untuk saat ini, tapi ingat bahwa Rp saat ini mungkin pernah menyamai krisis 98. Krisis 98 rupiah Rp 17.500-Rp 17.800 itu berangkat dari angka berapa? Berangkat dari angka Rp 2.400. Rupiah sekarang berada pada level Rp 17.600 itu berangkat dari Rp 16.000 sekian. Situasi struktur ekonomi kita juga berbeda,” ujar Misbakhun, Senin (25/5).

Misbakhun juga mengatakan hingga kini belum ada laporan terkait perbankan maupun perusahaan swasta yang mengalami gagal bayar akibat tekanan kurs dolar AS.

“Sekarang rupiah Rp 17.600 belum ada perbankan atau swasta yang mengumumkan ada kegagalan bayar, menghadapi tekanan, iya,” katanya.

Dia menjelaskan, saat krisis moneter 1998 Indonesia mengalami gelembung ekonomi atau economic bubble di berbagai sektor. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya pinjaman valas yang tidak dilengkapi lindung nilai atau hedging.

Akibatnya, ketika rupiah tertekan tajam, banyak perusahaan dan sektor perbankan tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran utang dalam dolar AS.

“Maka ketika rupiah mengalami tekanan yang naik mereka kemudian mengalami gagal bayar alias default,” ujarnya.

Meski demikian, Misbakhun mengakui pelemahan rupiah tetap memberikan dampak keuntungan bagi sektor tertentu melalui selisih kurs. Fenomena serupa juga pernah terjadi saat krisis 1998.

Namun dia menekankan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih jauh lebih baik dibandingkan masa krisis moneter. Menurutnya, pada 1998 Indonesia sempat mengalami kontraksi ekonomi hingga minus 13% disertai lonjakan inflasi yang tinggi.

“Sekarang juga yang sama, tetapi hanya pada sektor tertentu. Artinya apa? Secara fundamental ekonomi kita sangat kuat. Pada saat itu 98 kita mengalami pertumbuhan minus 13%. Inflasi jangan ditanya. Tetapi kita sekarang menghadapi situasi ekonomi yang tumbuh,” tegasnya. []

Komentar
Share23Tweet15SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Ikuti Garis Politik Jokowi

  ASPEK.ID, JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif di tengah dunia yang penuh...

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kabinet Merah Putih selama dua tahun pemerintahan. Menurutnya, banyak...

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Bocorksn Isi Surat ke Panglima TNI Keterlibatan Prajurit Aktif di Kasus BNPB

ASPEK.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan isi surat yang dikirim ke Panglima TNI Agus Subiyanto terkait keterlibatan prajurit...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In