• Latest
  • Trending
Digadang-gadang Jadi Bos OJK, Begini Respons Misbakhun

Misbakhun Beberkan Bedanya Pelemahan Rupiah 1998 dan 2026

Usai Melemah Sepekan, Harga Emas Antam Bangkit Hari Ini

Transjakarta Hentikan Sementara Sejumlah Rute Imbas Banjir, Ini Daftarnya

BPBD DKI Catat 26 RT di Jakarta Timur Terendam Banjir

Trump Sebut Kesepakatan AS-Iran Segera Rampung, Selat Hormuz Bakal Dibuka Lagi

Trump Sebut Kesepakatan AS-Iran Segera Rampung, Selat Hormuz Bakal Dibuka Lagi

Anggota DPR Gus Hilman Lewati Masa Kritis Usai Kecelakaan di Tol Paspro

Anggota DPR Gus Hilman Lewati Masa Kritis Usai Kecelakaan di Tol Paspro

Militer Israel Tangkap 2 Jurnalis Republika di Kapal Misi Kemanusiaan ke Gaza

9 WNI Korban Penangkapan Israel Tiba di RI Sore Ini

Adam Alis Kubur Asa Persija Raih Gelar Juara

Persib Bandung Juara BRI Super League 2025/26

Gencatan Senjata Diperpanjang, Trump Ingin Israel-Lebanon Bertemu di AS

Trump Ngaku Minyak Venezuela Jadi ‘Modal’ Perang Lawan Iran

Solusi Bangun Indonesia Catat Laba Rp658,7 Miliar, Siap Ekspor Semen ke AS

Solusi Bangun Indonesia Catat Laba Rp658,7 Miliar, Siap Ekspor Semen ke AS

Dua Gardu Induk di Aceh Masih Tahap Penormalan Pascablackout Sumatera

Militer Israel Tangkap 2 Jurnalis Republika di Kapal Misi Kemanusiaan ke Gaza

9 WNI yang Ditangkap Israel Tiba di Jakarta Besok

Banggar DPR Tolak Pangkas Subsidi BBM

Ramai Isu Pembatasan Pertalite per 1 Juni 2026, Ini Penjelasan Pertamina

Bos Intelijen AS Mundur, Sempat Cekcok dengan Trump Soal Perang Iran

Bos Intelijen AS Mundur, Sempat Cekcok dengan Trump Soal Perang Iran

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Mei 25, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Misbakhun Beberkan Bedanya Pelemahan Rupiah 1998 dan 2026

by Muhammad Fadhil
Mei 25, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS, POLITIK
Digadang-gadang Jadi Bos OJK, Begini Respons Misbakhun

Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun. Foto: Ilham Oktafian

ASPEK.ID, JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pelemahan rupiah saat ini tidak bisa disamakan dengan kondisi ketika krisis moneter 1998 terjadi. Menurutnya, struktur ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dibandingkan masa krisis dahulu.

Hal itu disampaikan Misbakhun merespons banyaknya perbandingan nilai tukar rupiah sekarang dengan kondisi 1998 yang ramai dibahas di media sosial. Saat ini, rupiah berada di kisaran Rp 17.700 per dolar AS, sedangkan pada krisis 1998 rupiah juga sempat menyentuh level serupa.

Meski demikian, dia menegaskan titik awal pelemahan rupiah pada dua periode tersebut sangat berbeda. Pada 1998, rupiah terjun bebas dari level Rp 2.400 per dolar AS hingga menembus Rp 17.000 lebih. Sementara saat ini, pelemahan terjadi dari kisaran Rp 16.000-an per dolar AS.

BacaJuga

Usai Melemah Sepekan, Harga Emas Antam Bangkit Hari Ini

BPBD DKI Catat 26 RT di Jakarta Timur Terendam Banjir

Trump Sebut Kesepakatan AS-Iran Segera Rampung, Selat Hormuz Bakal Dibuka Lagi

Anggota DPR Gus Hilman Lewati Masa Kritis Usai Kecelakaan di Tol Paspro

9 WNI Korban Penangkapan Israel Tiba di RI Sore Ini

Persib Bandung Juara BRI Super League 2025/26

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kita harus yakinkan kepada masyarakat Indonesia bahwa rupiah Rp 17.800 itu memang sebuah fenomena. Angka yang sangat tinggi untuk saat ini, tapi ingat bahwa Rp saat ini mungkin pernah menyamai krisis 98. Krisis 98 rupiah Rp 17.500-Rp 17.800 itu berangkat dari angka berapa? Berangkat dari angka Rp 2.400. Rupiah sekarang berada pada level Rp 17.600 itu berangkat dari Rp 16.000 sekian. Situasi struktur ekonomi kita juga berbeda,” ujar Misbakhun, Senin (25/5).

Misbakhun juga mengatakan hingga kini belum ada laporan terkait perbankan maupun perusahaan swasta yang mengalami gagal bayar akibat tekanan kurs dolar AS.

“Sekarang rupiah Rp 17.600 belum ada perbankan atau swasta yang mengumumkan ada kegagalan bayar, menghadapi tekanan, iya,” katanya.

Dia menjelaskan, saat krisis moneter 1998 Indonesia mengalami gelembung ekonomi atau economic bubble di berbagai sektor. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya pinjaman valas yang tidak dilengkapi lindung nilai atau hedging.

Akibatnya, ketika rupiah tertekan tajam, banyak perusahaan dan sektor perbankan tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran utang dalam dolar AS.

“Maka ketika rupiah mengalami tekanan yang naik mereka kemudian mengalami gagal bayar alias default,” ujarnya.

Meski demikian, Misbakhun mengakui pelemahan rupiah tetap memberikan dampak keuntungan bagi sektor tertentu melalui selisih kurs. Fenomena serupa juga pernah terjadi saat krisis 1998.

Namun dia menekankan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih jauh lebih baik dibandingkan masa krisis moneter. Menurutnya, pada 1998 Indonesia sempat mengalami kontraksi ekonomi hingga minus 13% disertai lonjakan inflasi yang tinggi.

“Sekarang juga yang sama, tetapi hanya pada sektor tertentu. Artinya apa? Secara fundamental ekonomi kita sangat kuat. Pada saat itu 98 kita mengalami pertumbuhan minus 13%. Inflasi jangan ditanya. Tetapi kita sekarang menghadapi situasi ekonomi yang tumbuh,” tegasnya. []

Komentar
Share8Tweet5SendShareShare1Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Usai Melemah Sepekan, Harga Emas Antam Bangkit Hari Ini

ASPEK.ID, JAKARTA - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan hari...

Transjakarta Hentikan Sementara Sejumlah Rute Imbas Banjir, Ini Daftarnya

BPBD DKI Catat 26 RT di Jakarta Timur Terendam Banjir

ASPEK.ID, JAKARTA - Banjir masih merendam puluhan RT di wilayah Jakarta Timur (Jaktim) pagi ini. Genangan terjadi usai hujan deras...

Trump Sebut Kesepakatan AS-Iran Segera Rampung, Selat Hormuz Bakal Dibuka Lagi

Trump Sebut Kesepakatan AS-Iran Segera Rampung, Selat Hormuz Bakal Dibuka Lagi

ASPEK.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut negaranya tengah membahas insentif perdamaian dengan Iran setelah konflik kedua negara...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jokowi Beri Sinyal Duetkan Prabowo dan Erick Thohir

Pengamat:  Erick Perkuat Basis Suara Prabowo di Luar Jawa

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Erick Thohir Shalat di Kamar Soekarno

Erick Thohir: Jaga Islam Jaga Indonesia

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Digadang-gadang Jadi Bos OJK, Begini Respons Misbakhun

Misbakhun Beberkan Bedanya Pelemahan Rupiah 1998 dan 2026

Usai Melemah Sepekan, Harga Emas Antam Bangkit Hari Ini

Transjakarta Hentikan Sementara Sejumlah Rute Imbas Banjir, Ini Daftarnya

BPBD DKI Catat 26 RT di Jakarta Timur Terendam Banjir

Trump Sebut Kesepakatan AS-Iran Segera Rampung, Selat Hormuz Bakal Dibuka Lagi

Trump Sebut Kesepakatan AS-Iran Segera Rampung, Selat Hormuz Bakal Dibuka Lagi

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In