• Latest
  • Trending
INFOGRAFIS: 5 Tahun Pertumbuhan Ekonomi RI Bersama Jokowi

Reshuffle Kabinet Untuk Siapa, Pak Jokowi?

Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa Kasar

Intelektual Dukung Prabowo Copot Menteri Haji

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

DPR: Apresiasi Kepemimpinan Kapolri Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin

Polda Metro Jaya Panggil Dandhy Terkait Kasus Film Pesta Babi

Polda Metro Jaya Panggil Dandhy Terkait Kasus Film Pesta Babi

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

10 Relawan Gugur saat Padamkan Karhutla

Jimly Asshiddiqie: Alex Noerdin Bukan Orang Jahat

Eks Ketua MK: Polemik Ijazah Gibran Hanya Habis Waktu dan Energi, Publik Harus Rasional

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Ada Ancaman Keamanan, Wapres Gibran Mendadak Batal ke Yahukimo Papua

PSI Ada Standar Ganda Politik Dinasti, Gibran Dibandingkan dengan AHY dan Puan

Di Harvard University, JK Sebut Empat Tekanan Ekonomi RI

Di Harvard University, JK Sebut Empat Tekanan Ekonomi RI

RI Beli LPG dari Abu Dhabi Senilai Rp28 T

Kajian INDEF: Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam Ekonomi Indonesia

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Tujuh Provinsi Terdampak Karhutla Terima Bantuan Operasional Rp1,23 Triliun

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Filosofi Ekonomi Indonesia Sudah Melenceng dari UUD 1945

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

BNPB: Dry Ice Bukan Untuk Padamkan Api

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Oktober 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Reshuffle Kabinet Untuk Siapa, Pak Jokowi?

by Zamzami Ali
Desember 20, 2020
in BERITA UTAMA, OPINI, POLITIK, TERPOPULER
INFOGRAFIS: 5 Tahun Pertumbuhan Ekonomi RI Bersama Jokowi

Presiden Joko Widodo. (Hafidz Mubarak/ANTARA FOTO).

ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut-sebut akan melakukan perombakan terhadap jajaran Kabinet Indonesia Maju yang saat ini sedang bekerja bersama dengannya dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Salah satu sumber Aspek.id bahkan membocorkan isu perihal reshuffle dimana Presiden Jokowi disebut akan segera mengocok ulang susunan kabinet dalam waktu dekat. Akan ada beberapa nama yang akan digeser serta sebaliknya, dipromosikan.

Diketahui, isu reshuffle gencar disuarakan tak hanya akibat kurang maksimalnya kinerja sejumlah menteri terutama di masa pandemi Covid-19, tetapi juga karena kekosongan 2 kursi menteri di kabinet saat ini.

BacaJuga

Eks Ketua MK: Polemik Ijazah Gibran Hanya Habis Waktu dan Energi, Publik Harus Rasional

Jokowi Bersedia Jadi Ketua Dewan Pembina PSI

Survei Voxpol: Kepercayaan Publik di Indonesia Timur Terhadap Prabowo-Gibran 63,1 Persen

Asap Melintasi Batas Negara, Hendri Yuzal: ASEAN Harus Jadi Bagian dari Solusi

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Survei Capres, Gibran Masuk Empat Besar

Kekosongan itu terjadi menyusul penangkapan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Menteri Sosial Juliari Batubara.

Edhy diduga menerima suap dalam pengurusan izin ekspor benih lobster dan Juliari diduga menerima suap dalam pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Lantas, siapakah yang bakal ditunjuk sebagai pengganti Edhy dan Juliari? Dari kalangan professional atau tetap menjadi ‘jatah’ partai politik (parpol)?

Porsi Kabinet

Presiden Jokowi sebelumnya mengumumkan serta melantik ‘pembantunya’ di Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024 di Istana Kepresidenan pada Rabu (23/10/2019).

Berdasarkan catatan Aspek.id, saat maju di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 lalu, Jokowi-Ma’ruf bertarung dengan dukungan dari 7 parpol yakni, PDI-P, NasDem, PPP, PKB, Hanura, Golkar dan PKPI.

Sedangkan rivalnya, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno disokong oleh empat kekuatan, yakni Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat.

Usai Pilpres yang hasil akhirnya dimenangi Jokowi-Ma’ruf, tentu tak dapat dipungkiri bahwa jabatan atau posisi di pemerintahan merupakan salah satu hal yang paling penting ‘diberikan’ untuk partai pendukung.

Dari 38 nama menteri dan pejabat setingkat menteri di kabinet, hampir separuhnya berasal dari partai politik. Tentu saja, menteri tersebut berasal dari para pengusung Jokowi-KH Ma’ruf Amin, di luar mereka yang berasal dari kalangan profesional.

PDIP mengirimkan 4 nama. Ada Tjahjo Kumolo (Menteri PAN-RB), Yasonna Laoly (Menteri Hukum dan HAM), Juliari Batubara (Menteri Sosial), dan Gusti Ayu Bintang Darmavati (Menteri PPPA).

Golkar mengirimkan 3 nama yaitu Airlangga Hartanto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian), Agus Gumiwang Kartasasmita (Menteri Perindustrian) dan Zainuddin Amali (Menteri Pemuda dan Olahraga).

Kemudian PKB mengutus 3 nama yaitu Ida Fauziah sebagai Menteri Ketenagakerjaan, Abdul Halim Iskandar sebagai Menteri Desa PDTT dan Agus Suparmanto sebagai Menteri Perdagangan.

NasDem juga mengutus 3 nama yakni Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian), Siti Nurbaya (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan Johnny G. Plate (Menteri Komunikasi dan Informatika) serta PPP diwakili 1 nama yakni Suharso Monoarfa (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas).

Nasib tragis justru dialami oleh Hanura yang tak mendapatkan posisi apapun di kabinet meski menjadi partai pengusung. Berbeda dengan partai pengusung lainnya yang mendapat ‘jatah’.

Bahkan, dua partai pendukung ikut ‘kecipratan’ rezeki dimana PSI dan Perindo masing-masing mendapat satu jatah Wakil Menteri (Wamen).

Hal yang paling mendapat sorotan adalah Gerindra yang notabene nya berada di kubu lawan. Tapi, Gerindra justru ikut masuk kedalam kabinet. Gerindra mengirimkan dua wakilnya yakni Prabowo Subianto (Menteri Pertahanan) dan Edhy Prabowo (Menteri Kelautan dan Perikanan).

Prabowo dan Edhy melengkapi daftar 16 menteri yang berasal dari kalangan parpol (47 persen) sedangkan 18 kursi menteri lainnya diisi oleh kalangan profesional (53 persen).

Tidak hanya kursi menteri, jatah Wakil Menteri yang dilantik beberapa hari berselang juga diisi oleh elit parpol pengusung.

Mereka adalah John Wempi Wetipo (Wakil Menteri PUPR/PDI-P), Jerry Sambuaga (Wakil Menteri Perdagangan/Golkar) serta Zainut Tauhid Sa’adi (Wakil Menteri Agama/PPP).

Dua partai pendukung Jokowi-Ma’ruf juga ikut mendapat ‘jatah’, PSI dan Perindo masing-masing mengutus Surya Tjandra (Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang) dan Angela Tanoesoedibjo (Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

Kandidat Menteri

Sejak awal diumumkan, publik memang dibuat kaget oleh wajah-wajah yang dipanggil ke Istana sebelum pengumuman Kabinet Indonesia Maju.

Sejumlah nama dianggap tidak berkompeten dan dinilai tidak memenuhi keinginan publik yang cukup lelah usai berlangsungnya Pilpres 2019.

Dua nama menteri yang ditangkap lembaga anti rasuah dalam rentang waktu 9 hari beberapa waktu lalu seolah menjawab kegelisahan yang dirasakan publik sejak awal pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

Jelang reshuffle, publik tentu berharap nama-nama yang akan menjadi suksesor kedua menteri yang kini diperbantukan kepada menteri lain (ad interim), bisa membantu tugas maha berat yang sedang dipikul oleh Presiden Jokowi terutama di masa pandemi Covid-19 sekaligus memperbaiki performa pemerintahan.

Sejumlah nama pengganti Edhy dan Juliari dalam beberapa hari terakhir santer ‘diusulkan’ baik itu di laman media sosial serta di sejumlah laman media baik online maupun cetak. Nama-nama itu disuarakan oleh netizen, pengamat politik serta relawan pendukung.

Namun, bukan Jokowi namanya jika tidak mampu menghadirkan kejutan. Pun begitu, ‘asal’ para suksesor Edhy dan Juliari serta kemungkinan nama-nama menteri lainnya yang akan diganti, harus diperhatikan dengan seksama agar penangkapan Edhy dan Juliari yang mencoreng muka Jokowi di mata publik, tak terulang lagi.

Bukan tanpa alasan, Edhy berasal dari Gerindra yang keberadaannya disorot dari awal karena berasal dari Gerindra, partai pengusung rival Jokowi di Pilpres 2019.

Parahnya lagi, Juliari berasal dari PDI-P selaku penggerak utama Jokowi mulai dari Pilwalkot Solo 2005 dan 2010, Pilgub DKI Jakarta 2012, Pilpres 2014 hingga Pilpres 2019.

Semoga tak salah melangkah dan mengambil keputusan, Pak Jokowi !

Redaksi

Komentar
Share21Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Jokowi Reshuffle 11 Menteri itu Hoaks

Jokowi Reshuffle 11 Menteri itu Hoaks

Beredar daftar perombakan kabinet terhadap 11 menteri, Panglima TNI, dan Kepala BIN yang ditandatangani Mensesneg Pratikno. Pratikno memastikan kabar tersebut...

Istana: Tak Ada Reshuffle pada Januari

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut Presiden Joko Widodo tidak dijadwalkan kocok ulang kabinet (reshuffle) pada bulan ini. Dia memastikan pergantian...

Wapres: Bakal Ada Reshuffle Kabinet

Wapres  Ma’ruf Amin menyebut dalam waktu dekat akan ada perombakan (reshuffle) Kabinet Indonesia Maju untuk mengisi jabatan yang kosong di...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In