ASPEK.ID, JAKARTA – PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) akan menerbitkan obligasi global (global bond) senilai US$ 325 juta (Rp 4,55 triliun). Obligasi ini dicatat di Bursa Efek Singapura (Singapore Exchange).
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), obligasi ini akan dijamin oleh anak usahanya seperti PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries dan PT Primayudha Mandirijaya dan ditawarkan kepada investor di luar Indonesia.
Berdasarkan laporan keuangan unaudited hingga akhir September 2020 lalu Sritex masih memiliki nilai utang yang jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun.
Dalam bentuk surat utang jangka menengah senilai US$ 65 juta dan utang bank senilai US$ 6,82 juta. Nilai ekuitas perusahaan hingga periode tersebut mencapai US$ 658,67 juta.
Sedangkan nilai kas dan setara kas perusahaan tekstil tersebut sebagaimana dilansir dari laman CNBC Indonesia, saat ini mencapai US$ 158,65 juta.
Hingga akhir September 2020 perusahaan mencatatkan laba bersih senilai US$ 70,89 juta, naik dua kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai US$ 34,76 juta.
Penjualan perusahaan juga naik tipis menjadi senilai US$ 907m11 juta, dari posisi akhir September 2019 yang senilai US$ 895,11 juta.















