ASPEK.ID, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menanggapi isu sebagai calon presiden (capres) dari Partai Demokrat untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Panglima TNI periode 2013-2015 itu menyebutkan bahwa apabila senior dan pendiri Demokrat menginginkan dirinya maju, maka itu merupakan hak dari yang bersangkutan.
Hal itu dikatakan Moeldoko saat menggelar konferensi pers dengan wartawan di kediamannya di kawasan Jakarta Pusat, Rabu, 3 Februari 2021.
“Kalau beliau-beliau menginginkan, ya itu hak beliau,” kata Moeldoko.
Namun, saat ditanyai lebih lanjut oleh wartawan mengenai keinginannya untuk pencalonan sebagai capres, Moeldoko hanya tersenyum dan tidak menanggapinya secara serius.
“Pertanyaannya enggak usah nakal begitu,” ucapnya.
Moeldoko kemudian menyebutkan bahwa dia merupakan orang yang profesional dalam bekerja dan tidak pernah berbicara tentang Pilpres 2024 serta selama ini tidak pernah mengemis jabatan.
“Saya orang yang mencintai pekerjaan. Saya orang profesional dan itu saya tunjukkan di mana-mana,” timpalnya.
Moeldoko sebelumnya ‘dituduh’ ingin melakukan ‘kudeta’ terhadap Partai Demokrat, bersama sejumlah nama yang pernah melakukan pertemuan dengannya.
“Bingung juga saya ya, orang ngopi ngopi kok bisa ramai begini. Apalagi ada yang grogi lagi, saya itu ngopi ngopi saja,” kata Moeldoko.
Disebutkan Moeldoko, selama ini sudah menjadi kebiasaan dia menerima tamu dari manapun dan engan siapa pun. Dia menyebut dirinya bukanlah orang yang membatasi diri termasuk dengan orang Demokrat.
“Demokrat ada Pak SBY dan ada putranya Mas AHY yang dipilih aklamasi kenapa mesti takut dan kenapa menangapi seperti itu, wong saya biasa-biasa saja,” kata Moeldoko.
Dia juga menyebutkan bahwa Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) juga pernah ditemui para kader tersebut namun tidak seramai seperti sekarang ini.
“Pak LBP juga pernah cerita sama saya, pernah didatangin juga oleh mereka. Kasusnya sama, tapi nggak ribet begini,” tandasnya.
























