ASPEK.ID, JAKARTA – Banjir akibat hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta sejak Jumat (19/2) hingga Sabtu (20/2) terjadi di sejumlah kawasan.
Salah satunya melanda kawasan permukiman dan jalanan di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Air setinggi 70 sentimeter (cm) hingga satu meter menggenangi salah satu kawasan terpadat di DKI Jakarta itu.
Kenaikan air di wilayah tersebut sudah terjadi sejak pukul 02.00 WIB Sabtu (20/2) dini hari.
Sementara itu Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Pusat mengerahkan 70 petugas untuk mengatasi banjir akibat limpasan air dari saluran Kali Krukut itu.
Permukaan air Kali Krukut kembali melimpas karena saat ini volume air di Pintu Air Manggarai sudah cukup tinggi dengan status terkini Siaga II.
“Kita upayakan ini bisa cepat surut, kita berharap Pintu Air Manggarai turun statusnya dari Siaga II itu jadi bisa lebih cepat penangannya,” kata Kasi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Pusat Glen Santista.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 12.00 WIB, tiga pintu air yang berstatus siaga satu adalah Karet, Sunter Hulu dan Angke Hulu.
Data BPBD menyebutkan untuk pintu air Karet mengalami kenaikan status menjadi awas/siaga satu dengan ketinggian 610 cm, pintu air Sunter Hulu mencapai 300 cm dan pintu air Angke Hulu mencapai 365 cm.
Selain itu, pintu air berstatus siaga dua atau siaga yakni Manggarai untuk aliran sungai Ciliwung dengan ketinggian 870 cm, pintu air yang berstatus siaga tiga atau waspada adalah Pesanggrahan 170 cm, Cipinang Hulu 165 cm dan Pasar Ikan 174 cm.























