• Latest
  • Trending
Taksi Udara Beroperasi di Eropa pada 2024

Taksi Udara Beroperasi di Eropa pada 2024

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

NASA Beri Peringatan Khusus Karthula di Ri

Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

Warga Dunia Simpan Emas di Singapura Sebanyak 800 Ton

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Alasan Investor Global Lirik RI

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: 10 Orang Kaya, 1 Muslim

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Taksi Udara Beroperasi di Eropa pada 2024

by Aspek
Mei 20, 2021
in TEKNOLOGI
Taksi Udara Beroperasi di Eropa pada 2024

ASPEK.ID, JAKARTA – Regulator penerbangan utama Eropa European Union Aviation Safety Agency (EASA) mengatakan taksi terbang pertama memasuki layanan pada awal 2024.

Saat ini, sudah ada lebih dari setengah lusin perusahaan Eropa yang telah mengumumkan perkembangan kendaraan Urban Air Mobility (UAM) untuk digunakan penumpang atau untuk layanan kargo tak berawak seperti pengiriman pasokan medis.

“Saya yakin penggunaan komersial taksi (udara) dapat mulai dilakukan pada 2024 atau 2025,” kata Direktur Eksekutif EASA Patrick Ky seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/5/2021).

BacaJuga

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

36 Juta Kerjaan Digantikan AI, Ini 10 Profesi Paling Terdampak

Tips Ganti Nomor HP Tanpa Hilang Chat di WA

Menkomdigi Ingatkan Air dan Energi, Proyek Data Center BDx Disetop

Danantara Bidik Investasi di Sektor Data Center

EASA mengutip angka yang menunjukkan pasar UAM bisa mencapai €4,2 miliar di Eropa pada tahun 2030 dan bisa menciptakan 90.000 pekerjaan. Sekitar 31% pasar global untuk teknologi baru ini akan berbasis di Eropa.

Ky menyampaikan bahwa EASA telah memulai proses sertifikasi beberapa desain dan mengharapkan persetujuan pertama bisa terjadi sekitar tahun 2024

Startup Jerman Volocopter dan pendukung proyek lain seperti Aeroports de Paris berharap dapat mendemonstrasikan teknologi tersebut pada waktunya untuk Olimpiade Paris pada 2024.

Saat ini, EASA masih berfokus pada proyek yang melibatkan kendaraan pilot untuk penumpang dan drone tanpa awak untuk pengiriman kargo.

“Untuk kendaraan yang sepenuhnya otonom masih beberapa tahun lagi,” tambahnya.

Ky berbicara ketika agen yang berbasis di Cologne merilis sebuah penelitian yang menunjukkan dukungan publik yang luas untuk kendaraan bertenaga listrik yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal.

Sekitar 71% orang yang disurvei di enam wilayah perkotaan menyatakan minatnya untuk menggunakan taksi udara atau layanan pengiriman atau bahkan keduanya.

Selain itu, sebanyak 41% orang yang disurvei mengatakan bahwa kegiatan medis darurat akan paling menguntungkan.

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

AP I Sebut PCR Tak Turunkan Minat Turis ke Bali

Pasar Eropa Melemah, Turis Asing ke Bali Menurun

Bali - Penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada Juli 2026 belum mengkhawatirkan. Meski demikian, melemahnya sejumlah pasar Eropa...

PIS-PGN Bersinergi Tingkatkan Utilisasi LNG Domestik

Pertamina International Shipping Bidik Eropa Usai Asia Pasifik

PT Pertamina International Shipping (PIS) berencana melanjutkan ekspansinya ke Eropa setelah mengembangkan bisnis di wilayah Asia Pasifik. Direktur Utama PIS...

Bahlil Buka-bukaan Soal Ratas Prabowo di Hambalang

Pengusaha Eropa Tanya Ke Bahli Siapa The Next Jokowi

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia ditanya pengusaha Eropa soal siapa pemimpin Indonesia berikutnya saat mendampingi Jokowi...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In