Bali – Penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada Juli 2026 belum mengkhawatirkan. Meski demikian, melemahnya sejumlah pasar Eropa yang selama ini dikenal memiliki length of stay (lama tinggal) lebih panjang menjadi perhatian pelaku industri pariwisata.
Ketua Bali Tourism Board (BTB) IB Agung Partha Adnyana mengatakan penurunan tersebut masih tergolong terbatas. Menurutnya, permintaan terhadap Bali sebagai destinasi wisata internasional masih kuat sehingga jumlah kunjungan tetap berada pada level tinggi. “Permintaan terhadap destinasi Bali masih relatif kuat dan stabil,” ujar Agung Partha Adnyana, Rabu (5/8/2026).
Di tengah perlambatan tersebut, Australia tetap menjadi penyumbang wisatawan terbesar dengan 179.560 kunjungan atau tumbuh 8,2 persen dibandingkan Juli tahun lalu. Selandia Baru mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,7 persen, sedangkan Jerman masih tumbuh tipis 0,3 persen. Sebaliknya, Korea Selatan turun 22,8 persen, India turun 12 persen, Prancis turun 9,1 persen, Inggris turun 5,5 persen, Belanda turun 3,9 persen, Amerika Serikat turun 2,7 persen, dan China turun 0,9 persen.
Ketua ASITA Bali I Putu Winastra mengatakan penurunan pasar Eropa perlu menjadi perhatian karena wisatawan dari kawasan tersebut umumnya menghabiskan waktu lebih lama di Bali sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
“Pasar Eropa seperti Prancis dan Inggris lumayan turunnya karena length of stay mereka cukup panjang. Teman-teman kami yang menggarap pasar Eropa juga seluruhnya mengalami penurunan tahun ini,” katanya.
Menurut Winastra, mahalnya harga tiket penerbangan menjadi salah satu penyebab. Banyak wisatawan Eropa menghindari rute yang melintasi kawasan Timur Tengah sehingga harus memilih jalur alternatif dengan biaya lebih tinggi. Akibatnya, banyak perjalanan wisata rombongan dibatalkan dan wisatawan beralih ke destinasi jarak dekat (short haul).
Pengamat ekonomi Trisno Nugroho menilai konflik di Timur Tengah sejak Februari 2026 turut memengaruhi keputusan wisatawan Eropa untuk bepergian ke Asia.













