Jokowi berencana membangun jembatan membelah lautan Batam – Bintan sepanjang 7 km. Jembatan ini mengalahkan jembatan Suramadu yang membelah selat Madura sepanjang 5,43 km.
Rencananya jembatan ini akan dibangun bersama Investor Singapura, karena dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga sedang melakukan pengkajian teknis dan finansial pada proyek ini. pemerintah nantinya juga akan memberi dukungan finansial agar proyek ini tetap feasible.
“Dalam evaluasi yang dilakukan oleh Ditjen Pembiayaan Infrastruktur, tidak bisa totalitas dibiayai oleh KPBU, tetapi harus ada porsi dibantu oleh Pemerintah. Porsi Pemerintah sekitar 30%,” ujar Direktur Pembangunan Jembatan, Ditjen Bina Yudha Handita Pandjiriawan, Jumat (17/9/2021).
Pada website Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dipastikan konstruksi Jembatan Batam Bintan dimulai pada 2022. Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Kepri H. Ansar Ahmad kepada Kepala Staf Presiden Moeldoko saat meninjau landing point Jembatan Batam Bintan.
Pemprov Kepri menyiapkan Rp50 miliar untuk pembebasan lahan sekitar proyek. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Pemprov Kepri Yodi Yantari mengatakan terdapat 24 hektare lahan masyarakat yang akan dibebaskan.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMD tahun 2021 – 2026. Dari pemerintah pusat juga memastikan bahwa proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional.























