• Latest
  • Trending
BUMN Operator Bandara dan Pelabuhan Rombak Direksi 22 Januari?

Mayoritas Pendapatan BUMN Hanya dari 20 Persen Perusahaan

Satgas Pangan Polri Terbitkan Edaran Pembatasan Penjualan Sembako

Tiga  Komoditas ini Memicu Inflasi Nasional 

Prabowo Copot Purbaya, Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Prabowo Copot Purbaya, Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Purbaya Ragu Anggaran MBG Rp 335 T Terserap Penuh, Efisiensi Jadi Opsi

Isu Reshuffle Mencuat, Purbaya dan Pratikno Dikabarkan Bakal Diganti?

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Purbaya Minta Pemda Tak Simpan Uang di Bank

SAR Masih Cari 140 Korban Kapal Virgo Transport 8 yang Hilang di Laut Jawa

Update KM Virgo: 114 Korban Dievakuasi, 129 Orang Masih Dicari

Rupiah Bangkit di Tengah Gejolak Global, BI Ungkap Kuncinya

Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp 17.607

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Lagi, Segini Harganya

Klasemen Liga Inggris Usai Man City Bungkam MU

Klasemen Liga Inggris Usai Man City Bungkam MU

Pertamina Tambah Titik Operasional BBM Satu Harga di NTB

Pertamina Operasikan 25 SPBU 24 Jam Kurangi Antrean BBM

Dua Truk Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Media Asing Kupas Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Prabowo Dorong Negara BRICS Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan

Prabowo Bawa 3 Pesan Utama di KTT BRICS

Banggar DPR Tolak Pangkas Subsidi BBM

Cegah Antrean Panjang, SPBU Terapkan Ganjil Genap Isi BBM Bersubsidi

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, September 14, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Mayoritas Pendapatan BUMN Hanya dari 20 Persen Perusahaan

by Aspek
Februari 11, 2022
in BERITA UTAMA, BUMN
BUMN Operator Bandara dan Pelabuhan Rombak Direksi 22 Januari?

Ilustrasi BUMN.

Sekitar 80 persen laba badan usaha milik negara atau BUMN berasal hanya dari sekitar 20 persen perusahaan, sehingga banyak perusahaan pelat merah yang belum mampu mendulang profitabilitas.

Hal tersebut disampaikan oleh akademisi Universitas Indonesia yang juga pengamat BUMN, Toto Pranoto dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR, Kamis (10/2/2022). Rapat itu membahas soal penanaman modal negara (PMN) bagi BUMN dan isu-isu terkait perusahaan pelat merah.

Toto menjelaskan bahwa 20 perusahaan BUMN yang melantai di Bursa Efek Indonesia serta PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) telah mencakup 85 persen dari total aset perusahaan pelat merah. Hal tersebut menunjukkan bahwa dari 107 perusahaan pelat merah yang ada, hanya sedikit yang mencatatkan kontribusi besar.

BacaJuga

Danantara Ungkap Alasan Pemindahan Kantor BGN ke Gedung Telkom

Danantara Bakal Pegang Saham BEI

Danantara Bidik Portofolio Global dan Investasi Jangka Panjang

Telkom Siapkan Dividen Hingga 90 Persen dari Laba Bersih 2026

4 Program Utama TASPEN

Panggil Rosan-Bahlil ke Hambalang, Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penutupan BUMN

“In terms of asset [20 perusahaan ini] kurang lebih sudah mencapai 85 persen aset seluruh BUMN, dan dari keseluruhan laba bersih menjadi lebih dominan lagi. Artinya, memang hanya sedikit BUMN yang betul-betul bisa meng-generate kemampuan income dari segi aset yang mereka miliki,” ucap Toto pada Kamis (10/2/2022).

Toto menuturkan BUMN mengalami pareto, yakni kondisi di mana 80 persen hasil atau efek hanya berasal dari 20 persen penyebab atau penggeraknya. Hal tersebut menggambarkan BUMN karena hanya 20 persen perusahaan pelat merah yang memberikan sumbangsih sekitar 85 persen aset dan sebagian besar laba.

“Sehingga memang pertanyaannya, kalau kita masih punya lebih dari 100 BUMN tetapi kondisinya pareto mungkin alangkah lebih baiknya jumlah BUMN bisa lebih sedikit tetapi lebih sehat dan kuat,” katanya.

Dia mennyebut bahwa langkah pengembangan holding di BUMN dapat menjadi salah satu solusi menangani kondisi pareto, yakni melalui pengurangan jumlah perusahaan. Namun, langkah itu sendiri tidak cukup karena perlu adanya peningkatan performa dari perusahaan-perusahaan lain selain 20 teratas tersebut.

“Tinggal nanti dicari apakah valuasinya setelah menjadi holding mampu enggak menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan mengumpulkan BUMN yang tadi berdiri stand alone,” ujarnya.

Komentar
Share54Tweet34SendShareShare9Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo Tutup 290 BUMN Rugi, Negara Hemat Rp50 Triliun

  ASPEK.ID, JOMBANG - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, pemerintah telah menutup 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang rugi. Hasilnya...

BRI Resmikan Menara BRILiaN Berkonsep Green  & Smart Building

5 BUMN dengan Karyawan Terbanyak

  ASPEK.ID, JAKARTA - Berdasarkan data Fortune Indonesia 100 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjadi BUMN...

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

60% Saham Kereta Cepat Bakal Diambil Kemenkeu, Bagaimana Nasib PT PSBI?

ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In