Sekitar 80 persen laba badan usaha milik negara atau BUMN berasal hanya dari sekitar 20 persen perusahaan, sehingga banyak perusahaan pelat merah yang belum mampu mendulang profitabilitas.
Hal tersebut disampaikan oleh akademisi Universitas Indonesia yang juga pengamat BUMN, Toto Pranoto dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR, Kamis (10/2/2022). Rapat itu membahas soal penanaman modal negara (PMN) bagi BUMN dan isu-isu terkait perusahaan pelat merah.
Toto menjelaskan bahwa 20 perusahaan BUMN yang melantai di Bursa Efek Indonesia serta PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) telah mencakup 85 persen dari total aset perusahaan pelat merah. Hal tersebut menunjukkan bahwa dari 107 perusahaan pelat merah yang ada, hanya sedikit yang mencatatkan kontribusi besar.
“In terms of asset [20 perusahaan ini] kurang lebih sudah mencapai 85 persen aset seluruh BUMN, dan dari keseluruhan laba bersih menjadi lebih dominan lagi. Artinya, memang hanya sedikit BUMN yang betul-betul bisa meng-generate kemampuan income dari segi aset yang mereka miliki,” ucap Toto pada Kamis (10/2/2022).
Toto menuturkan BUMN mengalami pareto, yakni kondisi di mana 80 persen hasil atau efek hanya berasal dari 20 persen penyebab atau penggeraknya. Hal tersebut menggambarkan BUMN karena hanya 20 persen perusahaan pelat merah yang memberikan sumbangsih sekitar 85 persen aset dan sebagian besar laba.
“Sehingga memang pertanyaannya, kalau kita masih punya lebih dari 100 BUMN tetapi kondisinya pareto mungkin alangkah lebih baiknya jumlah BUMN bisa lebih sedikit tetapi lebih sehat dan kuat,” katanya.
Dia mennyebut bahwa langkah pengembangan holding di BUMN dapat menjadi salah satu solusi menangani kondisi pareto, yakni melalui pengurangan jumlah perusahaan. Namun, langkah itu sendiri tidak cukup karena perlu adanya peningkatan performa dari perusahaan-perusahaan lain selain 20 teratas tersebut.
“Tinggal nanti dicari apakah valuasinya setelah menjadi holding mampu enggak menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan mengumpulkan BUMN yang tadi berdiri stand alone,” ujarnya.
















