Pengerjaan sisa ruas jalan tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) hingga saat ini masih dalam proses konstruksi. Tol sepanjang 74,2 km itu juga bakal dilengkapi dengan terowongan perlintasan satwa liar.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro, mengatakan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) yang telah beroperasi saat ini baru sepanjang 30 kilometer.
“Selaku pengembang dan pengelola JTTS berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian pembangunan agar dapat tersambung seutuhnya yang nantinya akan terbentang sepanjang 74,2 km,” kata Koentjoro, Kamis (13/10).
Dikatakan Koentjoro, saat ini progress konstruksi di ruas Tol Sigli – Banda Aceh seksi 1 (Padang Tidji-Seulimeum) telah mencapai 82,35 persen, seksi 5 (Blang Bintang-Kutobaro) 91.40 persen, dan Seksi 6 (Kuta Baro-Simpang Baitussalam) mencapai 82.39 persen per September 2022.
“Keseluruhan konstruksi pada ruas tol ini ditargetkan selesai pada awal 2023 mendatang. Sehingga, dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” ujarnya dikutip dari kumparan.
Koentjoro menjelaskan, setelah sebelumnya Hutama Karya membangun terowongan perlintasan gajah di Tol Pekanbaru-Dumai, pada Tol Sibanceh juga akan dilengkapi dengan terowongan perlintasan satwa liar untuk mengakomodir habitat satwa liar di sekitar.
Perlintasan satwa liar di Tol Sibanceh tepatnya di Seksi 1 (Padang Tidji-Seulimeum) yang rencananya akan terbagi menjadi tiga bagian, yakni perlintasan dengan struktur konstruksi jembatan untuk gajah di KM 13+755 hingga 13+871.
Perlintasan dengan menggunakan produk beton tulang pracetak berbentuk segi empat untuk reptil di KM 10+000 hingga 15+100, dan perlintasan dengan konstruksi jembatan kanopi jaring kabel untuk primata di KM 11+000 hingga KM 13+0000.
Saat ini progress pekerjaan untuk jembatan gajah sudah mencapai 66 persen, 5 dari 10 box beton untuk perlintasan reptil, dan untuk perlintasan primata masih dalam proses observasi BKSDA yang ditargetkan selesai pada akhir 2023.
























