Seorang wartawan Shafinaz Nachiar melaporkan artis berinisial SAP ke Polres Metro Jakarta Timur atas kasus dugaan investasi bodong . Shafinaz merupakan salah satu korban yang mengaku rugi Rp400 juta. Shafinaz menjelaskan kronologi investasi bodong tersebut.
“Intinya dari Agustus sampai Desember 2021, itu totalnya Rp402.500.000, yang dibalikin ke aku kayak yang cuma Rp59 juta atau Rp58 juta. Jadi, sisa Rp300 juta sekian lagi,” ujarnya di Polres Metro Jakarta Timur, Rabu (11/1/2023).
Shafinaz pertama menaruh uang kepada SAP sebesar Rp45 juta dengan harapan uang itu bisa berputar di dalam perusahaan berkedok alat kesehatan milik SAP.
“Sisa duit aku di sana itu ada Rp342.845.000. Karena (enggak diambil) karena diputar aja. Emang aku enggak ambil. Dia nawarin, ‘Kak ini mau diputerin lagi aja apa enggak?’ Ya sudah diputerin aja enggak apa-apa,” katanya dikutip dari sindonews.
“Tahunya dapat kabar ternyata ini bohong. Dan modus awalnya adalah dia share di Instagram dan bilang kalau dia sudah join di sini selama satu tahun. Dan kenyataan saat Desember terbongkar, ternyata dia sendiri baru join Juni. Jadi belum sampai setahun,” jelasnya.
Dia mengatakan, SAP sama sekali tidak membeberkan terkait perusahaannya kepadanya. Ia hanya diiming-imingi soal keuntungan.
“Kebohongan selanjutnya, dia tidak pernah memperkenalkan siapa pun partnernya dia. Jadi saya tahunya transfer uang ke dia aja,” imbuhnya.
“Dia bilang kalau ini perusahaan ‘alkes-ku’ (alat kesehatan). Semua ada buktinya di chat. Jadi dia yang aku tahu punya perusahaan dan segala macam. Dia enggak pernah mention siapa partnernya, pabriknya apa, dan segala macam,” katanya.
Alasan sang wartawan mau berinvestasi kepada SAP karena awalnya mereka berteman.
“Dan semua korbannya, teman-teman lainnya, ada saudaranya, manajer artisnya, teman-teman sekolah SMA, segala macam,” ungkapnya.
Dia menuturkan 30 korban dari investasi bodong itu mengalami kerugian dengan jumlah beragam. Ada yang rugi Rp500 ribu, hingga ratusan juta seperti Shafinaz.
“Ada yang sampai 3 digit, jadi dari yang paling kecil Rp500 ribu, ada sampai ada yang paling besar kayak saya itu ada. Dan kita ditotal Rp1,2 M sampai Rp1,3 M,” tuturnya.
























