• Latest
  • Trending
90 Menit Bersama Jalasena Laksamana Malahayati

90 Menit Bersama Jalasena Laksamana Malahayati

Menkop: Kopdes Merah Putih Wujud Pemikiran Soemitro

Ribuan Kopdes Dibangun di Lahan Sawah Dilindungi

Uji Materi Ijazah Capres Gugur di MK, Ini Pertimbangannya

MK Kabulkan Gugatan Pasal Penghinaan kepada Presiden

Indosat Ooredoo PHK 677 Karyawan

Indosat Siapkan Rp255 Miliar Bayar Pokok Obligasi dan Sukuk

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Pakar: Fenomena Makan Tabungan Tidak Terhindarkan

Tiru China, RI Jaring 17 Juta Turis Asing

Danantara  MoU Kementerian Pariwisata; Langkah Strategis Tingkatkan sektor Pariwisata

85% Investasi Asing di ASEAN Berisiko Digugat Melalui ISDS

Kapal Induk Garibaldi Tiba di Indonesia pada September 2026

Kapal Induk Garibaldi Tiba di Indonesia pada September 2026

Mengapa Mulut Terbuka saat Tidur?

Kurang Gerak Picu Penurunan Fungsi Otak

Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Pemerintah: Tidak Ada Pajak Rumah Sewa

Pertamina Diskon LPG Bright Gas Sambut HUT RI

Pertamina Diskon LPG Bright Gas Sambut HUT RI

Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Danantara Tekankan BUMN Jangan Cuma Jadi Pemain Lokal

RI Kena Tarif AS 10 persen, Mendag; Negara Lain 12 Persen

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

90 Menit Bersama Jalasena Laksamana Malahayati

by Aspek
September 10, 2023
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, LIFESTYLE, NEWS
90 Menit Bersama Jalasena Laksamana Malahayati

“Kamu ini siapa sebenarnya?” tanya Cornelis kepada sosok yang menindih tubuhnya yang tak berkutik.

“Saya Laksamana Malahayati,” jawabnya singkat. Nama panjangnya yakni :Laksamana Keumalahayati

BacaJuga

Ribuan Kopdes Dibangun di Lahan Sawah Dilindungi

Indosat Siapkan Rp255 Miliar Bayar Pokok Obligasi dan Sukuk

Pakar: Fenomena Makan Tabungan Tidak Terhindarkan

Danantara  MoU Kementerian Pariwisata; Langkah Strategis Tingkatkan sektor Pariwisata

85% Investasi Asing di ASEAN Berisiko Digugat Melalui ISDS

Kapal Induk Garibaldi Tiba di Indonesia pada September 2026

Sekejab mata rencong menghunus jantung Cornelis de Houtman. Pedang yang diayunkan oleh kapten Belanda itu tak berdaya menghadapi sebilah rencong di tangan perempuan tangguh. Pertarungan satu lawan satu di geladak kapal de Leeuw pada 11 September 1599 menguburkan keangguhannya terhadap pejuang perempuan.

Demikian cuplikan dialog yang dipentaskan selama dua hari sebanyak empat show berturut-turut sejak 8-9 September di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Adegan tewasnya Cornelis bukanlah akhir dari babak penampilan teater selama 90 menit. Setelah babak Cornelis tewas berdarah-darah, dilanjutkan perang antara kapal perang yang dipimpin oleh Laksamana Malahayati melawan kapal dagang Belanda. Pasukan Inong Balee melompat ke kapal musuh disertai dengan dentuman meriam dari kapal Kerajaan Aceh. Secara keseluruh selama 1 jam 30 menit, penonton hanyut dalam ombak cerita yang kadangkala diselipkan bahasa Aceh.

Produser, pemeran Malahayati Marcella Zalianty menghayati peran sebagai Laksamana Malahayati. Selama dua tahun Marcella “Laksamana Malahayati” Zalianty mengadakan riset sosok Laksamana Malahayati. Bahkan Marcella berlatih aksen Aceh sehingga saat bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia dengan dialek bahasa Aceh. Demikian juga peran Cut Mini yang beberapa kali berbicara dalam bahasa Aceh. Cut Mini menyebutkan belajar bahasa Aceh lebih fasih pada pemain pembaca hikayat yakni Pilo dari Aceh.

Menyimak dialog-dialog pada abad ke-16 seperti pengkhianatan, politik fitnah, menerima suap dan sebagainya adalah bukan hal baru yang kini juga terjadi di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Masa lalu selalu aktual. Demikian kata sejarawan.

Penampilan teater kolosal ini adalah persembahan pentas seni dari TNI AL yang memasuki usia ke-78 pada 10 September 2023. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan TNI AL mengangkat kisah heroik perjuangan Laksamana Malahayati bersama Laskar Inong Balee, sebuah kesatuan yang berisikan lebih dari 2.000 laskar perempuan dalam mengusir bangsa asing.

Kasal menyatakan banyak hal yang dapat dipelajari oleh TNI AL dari kisah hidup dan sejarah Laksamana Malahayati seperti penggunaan kekuatan berbasis maritim (sea power) dalam menjaga kedaulatan dan membangun perekonomian disamping pembangunan infrastruktur maritim, diplomasi maritim, dan kekuatan armada laut.

“Semangat pantang menyerah yang telah ditunjukkan Laksamana Malahayati turut mengilhami TNI AL, salah satunya membentuk Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) pada tahun 1963. Bahkan sejak 2013, Akademi Angkatan Laut mulai menempa taruni agar kelak lahir lebih banyak lagi Laksamana Malahayati di era modern,” ungkapnya.

TNI AL sebagai Eksekutif produser menggandeng sederat nama besar di dunia seni pertunjukan, di antaranya Marcella Zalianty (produser, pemeran Malahayati), Arswendi Bening (Sultan Aceh), Cut Mini (ibu Laksamana Malahayati), serta Aulia Sarah (Cut Limpah) dan lain-lain.

Sebanyak 67 pemain teater bermain di drama ini termasuk sembilan prajurit Kowal bersanding dengan pemain-pemain teater dari kelompok ternama, antara lain Teater Koma dan Wayang Orang Bharata. Mereka berlatih serius sejak pertengahan Juli 2023 di Gelanggang Olahraga Mabes TNI AL Cilangkap, Jakarta.

Jay Soebijakto penata artistik menjelaskan, replika kapal perang merupakan hasil risetnya selama beberapa waktu dan dihasilkan sebuah bentuk kapal terbuat dari rangka baja yang dapat dibongkar pasang setinggi 3,5 meter dan panjang 10 meter.

“Kapal ini sanggup menampung sampai 10 orang secara bersamaan di dalamnya. Sewaktu di panggung, kapal didesain mampu membelah menjadi dua. Kapal menjadi arena pertempuran termasuk ada aksi melompat dari satu kapal ke kapal lainnya,” papar anak dari KSAL pertama, Laksamana R. Soebijakto yang memimpin TNI AL pada 1948.

Wal hasil penampilan Jalasena Laksamana Malahayati di panggung utama selebar 12 meter dan panjang 18 meter mengundang decak kagum. Dengan dukungan immersive sound system dan tata cahaya berkekuatan 130.000 watt dipadu flow set multimedia untuk menguatkan visual panggung, serta struktur rumah panggung khas Aceh yang sarat makna serta Istana Kesultanan Aceh Darussalam dalam ukuran standar.

Selama pertunjukan, penonton disuguhi aksi videomapping menggunakan 2 projector @32rb lumens dengan lensa ultra short throw

“Kami ingin memberikan yang terbaik di HUT ke-78 TNI AL,” kata Marcella Zalianty yang kepalanya kena pedang ketika latihan pertunjukkan.

Sutradara pertunjukan Iswandi Pratama mengatakan 2/3 permukaan bumi adalah lautan. Laut adalah ikon dan kekuatan bangsa ini. Disebutkan Aceh sangat disegani kekuatan maritimnya dan ini yang ingin dibangkitkan.

Laksamana Malahayati lahir pada 1 Januari 1550 dan gugur pada 30 Juni 1615 dalam usia sekitar 65 tahun yang dikebumikan di di kaki Bukit Krueng Raya, Lamreh, Aceh Besar. Empat abad kemudian, Presiden Jokowi menyematkan gelar Pahlawan Nasional untuk Laksamana Malahayati kepada ahli waris yang diterima oleh Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nuralam yang didampingi oleh anaknya, Pocut Meurah Neneng Mahmidatul Hasanah di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/11/2017). 90 menit bersama :Laksamana Malahayati terasa sangat singkat untuk sebuah pelajaran kehidupan di masa kini dan mendatang.

Komentar
Share65Tweet41SendShareShare11Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kapal Induk Garibaldi Tiba di Indonesia pada September 2026

Kapal Induk Garibaldi Tiba di Indonesia pada September 2026

Jakarta- Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksdya Edwin memastikan, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi (551) tiba di Indonesia pada pekan...

Kisah Kolosal Laksamana Malahayati  Tampil di TIM

Kisah Kolosal Laksamana Malahayati Tampil di TIM

Kisah laksamana perempuan pertama di dunia asal Aceh Laksamana Malahayati akan segera ditampilkan dalam rupa pertunjukan teater kolosal berjudul “Jalasena...

Teaterikal Jalasena Laksamana Malahayati Digelar di Jakarta

Teaterikal Jalasena Laksamana Malahayati Digelar di Jakarta

Kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus merupakan hasil jerih payah para pejuang untuk membebaskan bangsa ini dari belenggu penjajahan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In