Jakarta- Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat realisasi penyaluran KUR mencapai Rp169 triliun hingga 22 Juli 2026. Angka tersebut setara 58,2% dari target penyaluran KUR tahun ini. Pembiayaan itu telah menjangkau 2,65 juta debitur UMKM. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,1 juta merupakan debitur baru yang pertama kali mengakses pembiayaan formal. Sementara itu, sebanyak 511.000 pelaku UMKM telah tercatat naik kelas.
Deputi Bidang Kewirausahaan sekaligus Juru Bicara Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan, kualitas aset KUR masih terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) KUR berada di kisaran 2%.
“Melalui subsidi APBN, bunga KUR hanya sebesar 6%,” kata Riza.
Tingkat bunga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan bunga kredit komersial yang saat ini berkisar 10%-14% atau bahkan lebih.
Di tingkat bank, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjadi salah satu penyalur terbesar. Hingga paruh pertama 2026, BRI telah menyalurkan KUR Rp103,81 triliun kepada sekitar 2 juta debitur.
Penyaluran KUR BRI terutama diarahkan ke sektor produktif. Sekitar 42,68% pembiayaan mengalir ke sektor pertanian, sedangkan 32,34% disalurkan ke sektor perdagangan.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, KUR menjadi instrumen strategis untuk memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendorong pembiayaan ke sektor produktif, khususnya pertanian.
Langkah tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas, memperkuat ekonomi daerah, dan mendukung ketahanan pangan nasional. Tak hanya mengejar penyaluran, BRI juga mencatat perkembangan dari sisi skala usaha. Hingga Juni 2026, sebanyak 487.000 debitur KUR BRI telah berhasil naik kelas atau graduasi. Jumlah itu mencapai 50,71% dari target graduasi BRI tahun ini sebanyak 962.000 debitur.
Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah merealisasikan KUR Rp25,63 triliun sepanjang Januari-Juli 2026. Realisasi tersebut setara 62,5% dari kuota KUR yang diperoleh perseroan tahun ini.
Senior Vice President Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan mengatakan, penyaluran KUR tidak hanya berorientasi pada besarnya pembiayaan, tetapi juga pada kemampuan UMKM mengembangkan usaha dan meningkatkan skala bisnis.
“Bagi kami, keberhasilan UMKM naik kelas menjadi indikator bahwa pemberdayaan yang dilakukan memberikan dampak berkelanjutan bagi perekonomian nasional,” ujar Bayu.
















