Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap alasan penyelundupan emas ke luar negeri semakin marak. Menurut dia, pengenaan bea keluar emas pada tahun ini menjadi salah satu faktor yang mendorong pelaku mencari cara ilegal untuk menghindari pungutan tersebut.
Purbaya mengatakan, adanya bea keluar menciptakan insentif bagi pelaku untuk menyelundupkan emas karena dapat memperoleh keuntungan lebih besar dengan tidak membayar kewajiban tersebut.
“Aktivitas penyelundupan emas ini meningkat lantaran tahun ini dikenakan bea keluar untuk emas, sehingga mungkin mereka malas membayar. Ya, itu, mencoba menyelundupkan untuk mengambil keuntungan,” ujar Purbaya di Tangerang, Kamis (13/8/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan sebelumnya ketika penyelundupan emas dinilai belum terlalu marak. Dengan adanya bea keluar, pelaku memiliki alasan ekonomi tambahan untuk membawa emas keluar Indonesia secara ilegal.
“Sebelumnya mungkin tidak terlalu marak, sekarang marak karena ada insentif tambahan kalau mereka membawa keluar tanpa membayar,” katanya.
Purbaya menduga persoalan penyelundupan emas tidak berhenti pada upaya menghindari bea keluar. Dia menilai aktivitas tersebut berpotensi berkaitan dengan penambangan emas tanpa izin (PETI).
“Kita lanjut terus ke depan. Pantas saja siapa yang main-main itu. Pasti itu kan ada hubungan dengan penambangan ilegal (PETI) emas, penambangan emas tanpa izin,” ujar Purbaya.
Karena itu, pemerintah akan terus melakukan investigasi untuk mengungkap jaringan di balik penyelundupan emas. Purbaya menilai meningkatnya kasus tersebut justru dapat menjadi indikasi bahwa kebijakan pemerintah mulai memberikan tekanan terhadap aktivitas PETI.
“Kita hanya bisa investigasi terus. Tapi ini indikasi yang jelas bahwa kebijakan kita rupanya cukup mengganggu PETI itu, sehingga terjadi peningkatan penyelundupan seperti ini,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, pemerintah juga akan memperketat pengawasan terhadap jalur keluar Indonesia untuk mencegah emas hasil aktivitas ilegal dibawa ke luar negeri. “Tapi yang jelas, kami akan mengetatkan pengawasan di semua titik keluar Indonesia,” tegas Purbaya.
















