• Latest
  • Trending
Survei: 64% Warga Indonesia Khawatir di Hari Tua

5 Alasan Alzheimer Berisiko pada Lansia

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Bocorksn Isi Surat ke Panglima TNI Keterlibatan Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

Sah! BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Prajogo Pangestu Habiskan Rp 3,6 Triliun, Akuisisi Diler Mobil di Singapura-Malaysia

Imbas Peringatan MSCI Kekayaan 3 Miliarder Indonesia Berkurang Rp 106 Triliun

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

Istri Adik Eks Kepala BNPB Menangi Sejumlah Proyek

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Anas: 2 Agenda Mendesak Prabowo-Gibran di Tahun Ketiga

Bursa Asia Menguat, IHSG Ikut Meroket di Awal Perdagangan

Cegah Bursa RI Turun ke Standalone Market, DEN Beri Saran ke Prabowo

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

Sempat Menguat, IHSG Hari Ini Melemah

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Sore Ini

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

UNDP: 800 Juta Anak Muda Hadapi Masa Depan Tanpa Kerja

WFH ASN Resmi Berlaku, Perjalanan Dinas Dipangkas hingga 70%

Menkeu Pastikan Gaji PNS Dibayar Melalui Bank Bukan Kopdes

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

6 Aktivis Greenpeace Bebas Setelah Diperiksa 12 Jam

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

5 Alasan Alzheimer Berisiko pada Lansia

by Aspek
November 20, 2023
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, LIFESTYLE, NEWS
Survei: 64% Warga Indonesia Khawatir di Hari Tua

Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang mempengaruhi otak, khususnya yang mengendalikan fungsi kognitif, termasuk memori, pemikiran, dan perilaku.

Menurut informasi dari Health, yang rentan mengalami Alzheimer umumnya adalah individu yang memasuki usia lanjut, terutama di atas usia 65 tahun.

BacaJuga

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

KPK Bocorksn Isi Surat ke Panglima TNI Keterlibatan Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Sah! BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Imbas Peringatan MSCI Kekayaan 3 Miliarder Indonesia Berkurang Rp 106 Triliun

Istri Adik Eks Kepala BNPB Menangi Sejumlah Proyek

Anas: 2 Agenda Mendesak Prabowo-Gibran di Tahun Ketiga

Mengapa lansia rentan Alzheimer?

Faktor usia menjadi salah satu risiko utama dan prevalensi penyakit ini meningkat seiring pertambahan usia. Merangkum laman WebMD, berikut beberapa faktor penyebab Alzheimer berisiko lebih besar pada orang lanjut usia:

1.Akumulasi plak amyloid dan nodus neurofibriler

Dalam otak penderita Alzheimer, terjadi penumpukan dua jenis penanda patologis, yaitu plak amyloid-beta di luar sel-sel otak dan nodus neurofibriler di dalam sel-sel otak.  Akumulasi ini terkait dengan kerusakan sel-sel saraf dan gangguan fungsi kognitif.  Seiring bertambahnya usia, kemungkinan terjadinya akumulasi ini juga meningkat.

2.Perubahan vaskular

Proses penuaan menyebabkan perubahan pada sistem vaskular otak. Penyumbatan pembuluh darah kecil atau perubahan pada struktur pembuluh darah dapat mempengaruhi pasokan darah dan oksigen ke otak, yang kemudian dapat berkontribusi pada risiko penyakit Alzheimer.

3.Kemampuan regenerasi dan perbaikan otak yang menurun

Seiring bertambahnya usia, kemampuan otak untuk meregenerasi dan memperbaiki diri menurun. Hal ini membuat otak lebih rentan terhadap kerusakan dan penurunan fungsi kognitif hingga menyebabkan penyakit neurodegeneratif.

4.Genetika dan faktor lingkungan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetika juga dapat berperan dalam peningkatan risiko Alzheimer seiring bertambahnya usia.  Paparan terhadap faktor lingkungan selama bertahun-tahun juga dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit ini.

5.Proses penuaan pada sel otak

Penuaan alami pada sel-sel otak, seperti penurunan jumlah dan fungsi sinapsis (hubungan antar sel saraf) serta kerusakan mitokondria, dapat memengaruhi fungsi otak secara keseluruhan.

Proses ini dapat mempercepat risiko terjadinya gangguan kognitif, termasuk penyakit Alzheimer. Meskipun usia adalah faktor risiko penyakit Alzheimer yang utama, penting untuk diingat bahwa tidak semua orang yang menua akan mengalami kondisi neurodegeneratif ini.

Ada faktor risiko lain yang dapat memodifikasi peluang seseorang terkena penyakit ini, seperti riwayat genetik, gaya hidup, dan faktor kesehatan lainnya. Menjaga gaya hidup sehat dan memantau kesehatan secara rutin dapat membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer seiring bertambahnya usia. Demikian dikutip dari kompas.com, Senin (20/11/2023)

Komentar
Share17Tweet11SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Pensiun Tak Cukup Biayai Hidup, Lansia  Terus Bekerja

Populasi Lansia Jepang Tertinggi di Dunia

  ASPEK.ID, JEPANG - Proporsi penduduk Jepang berusia 65 tahun ke atas diperkirakan mencapai 29,6 persen dari total populasi pada...

Kemenkes: 186.629 Orang Dewasa dan 34.961 Anak di RI Alami Depresi

Kemenkes: 186.629 Orang Dewasa dan 34.961 Anak di RI Alami Depresi

  ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) mencatat angka gangguan kesehatan jiwa di Indonesia masih tergolong tinggi di...

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

Gejala Demensia Bisa Muncul di Usia 40

ASPEK.ID, JAKARTA – Dokter spesialis saraf, dr Sendjaja Muljadi mengatakan anggapan penurunan fungsi kognitif baru terjadi pada usia 60 tahun...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In