• Latest
  • Trending
85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

Gejala Demensia Bisa Muncul di Usia 40

Hotel di Mandalika Penuh, Belum Ada Keluhan soal Harga

MotoGP Mandalika Serap 9.000 Pekerja, UMKM Lokal Ikut Ketiban Berkah

Tolak Privasi, WA Tak Bisa Diakses Mulai 15 Mei

Tips Ganti Nomor HP Tanpa Hilang Chat di WA

BGN Uji MBG Prasmanan Ala Sekolah di Jepang

Pemerintah Tolak Tuduhan Komnas HAM Pelaksanaan MBG Langgar HAM

Malaysia Putuskan Bergabung dengan BRICS

Anwar Ibrahim HP Prabowo Bahas Kabut Asap

Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik Dua Kali Lipat

Daftar 21 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Kesehatan

Hotel di Mandalika Penuh, Belum Ada Keluhan soal Harga

Seskab Teddy Ajak warga Dukung 2 Pembalap Indonesia di MotoGP Mandalika 2026

Emas Batangan Antam Menguat

Harga Emas Antam 10 Oktober 2026 Naik, Segini Harga 1 Gram

Ketua Dewan Pakar Golkar Tegaskan Pengunduran Airlangga Bukan Karena Tekanan Internal

Gerindra Apresiasi Golkar Dukung Prabowo Jadi Capres di 2029

Jasa Tirta II Luncurkan Project Konservasi Budidaya Ikan Ramah Lingkungan

Prabowo Tagih Progres Kampung Nelayan, Target 1.386 Akhir 2026

Netflix Razia Sharing Password,  Konsumen Turun

Netflix Berencana PHK 5% Karyawan

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

Kelas Menengah Berkurang Mengancam Daya Beli

Kapolri Pimpin Sertijab, Komjen Asep Jadi Irwasum

Kapolri Pimpin Sertijab, Komjen Asep Jadi Irwasum

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Gejala Demensia Bisa Muncul di Usia 40

by Aspek
Agustus 22, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

ASPEK.ID, JAKARTA – Dokter spesialis saraf, dr Sendjaja Muljadi mengatakan anggapan penurunan fungsi kognitif baru terjadi pada usia 60 tahun ke atas tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, gejala awal penurunan kognitif dapat mulai terlihat sejak usia 40-an.

Karena itu, masyarakat diminta lebih peka terhadap perubahan fungsi memori. Jika seseorang sudah fokus mendengarkan atau membaca informasi, tetapi kembali melupakannya dalam waktu singkat dan kondisi tersebut terjadi berulang kali, pemeriksaan medis dianjurkan.

“Kalau seseorang mulai merasakan, ‘Kok saya sekarang sedikit-sedikit lupa? Ini tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaannya juga relatif tidak menyakitkan dan tidak selalu membutuhkan tindakan invasif,” jelas dr Sendjaja, di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

BacaJuga

MotoGP Mandalika Serap 9.000 Pekerja, UMKM Lokal Ikut Ketiban Berkah

Tips Ganti Nomor HP Tanpa Hilang Chat di WA

Pemerintah Tolak Tuduhan Komnas HAM Pelaksanaan MBG Langgar HAM

Anwar Ibrahim HP Prabowo Bahas Kabut Asap

Daftar 21 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Kesehatan

Seskab Teddy Ajak warga Dukung 2 Pembalap Indonesia di MotoGP Mandalika 2026

dr Sendjaja mengingatkan masyarakat untuk membedakan gangguan kognitif dengan masalah konsentrasi. Lupa akibat kurangnya konsentrasi ketika menerima informasi merupakan hal yang wajar dan tidak selalu menjadi indikator demensia.

Hingga kini, belum ada obat yang dijamin 100% efektif untuk menyembuhkan demensia atau Alzheimer secara total. Oleh karena itu, dunia kedokteran mengandalkan biomarker untuk membantu mendeteksi Alzheimer sejak fase mild cognitive impairment atau gangguan kognitif ringan. Salah satu inovasi diagnostik yang bisa digunakan adalah teknologi Quadra PET-CT.

“Teknologi PET tersebut dapat membantu mendeteksi adanya beta-amyloid, yaitu salah satu biomarker yang berkaitan dengan Alzheimer. Ketika terdapat penumpukan plak beta-amyloid di otak, hal tersebut menjadi salah satu indikator kuat dalam proses diagnosis Alzheimer,” papar dr Sendjaja disadur dari beritasatu.

Menurutnya, apabila demensia telah memasuki tahap moderat atau berat, obat-obatan yang diberikan bukan lagi bertujuan menyembuhkan penyakit, melainkan memperlambat perkembangannya.

“Kalau perjalanan penyakitnya seharusnya berkembang cepat, kita berharap dengan pengobatan grafiknya dapat diperlambat, tidak terlalu curam penurunannya,” terangnya.

Pada tahap tersebut, peran keluarga menjadi sangat penting. Keluarga perlu memberikan pendampingan dan stimulasi secara proaktif kepada pasien untuk membantu mempertahankan fungsi yang masih dimiliki.

Karena pengobatan yang tersedia lebih berfokus pada upaya menghambat perkembangan penyakit, Sendjaja mengingatkan pentingnya pencegahan dan deteksi dini.

Perhatian khusus, kata dia, perlu diberikan kepada orang yang baru memasuki masa pensiun. Berhentinya rutinitas pekerjaan dapat membuat seseorang kehilangan aktivitas dan interaksi sosial yang selama ini dilakukan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi fungsi otak.

“Pensiun boleh dari pekerjaan, tetapi aktivitas di rumah jangan berhenti. Tetap melakukan aktivitas, tetap bersosialisasi, tetap berpikir dan berinteraksi,” pungkas dr Sendjaja.

 

Komentar
Share12Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Pensiun Tak Cukup Biayai Hidup, Lansia  Terus Bekerja

Populasi Lansia Jepang Tertinggi di Dunia

  ASPEK.ID, JEPANG - Proporsi penduduk Jepang berusia 65 tahun ke atas diperkirakan mencapai 29,6 persen dari total populasi pada...

Kemenkes: 186.629 Orang Dewasa dan 34.961 Anak di RI Alami Depresi

Kemenkes: 186.629 Orang Dewasa dan 34.961 Anak di RI Alami Depresi

  ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) mencatat angka gangguan kesehatan jiwa di Indonesia masih tergolong tinggi di...

Pensiun Tak Cukup Biayai Hidup, Lansia  Terus Bekerja

Pensiun Tak Cukup Biayai Hidup, Lansia  Terus Bekerja

Jakarta- Banyak lansia di Korea Selatan (Korsel) masih bekerja setelah usia pensiun lantaran tekanan keuangan yang tinggi. Pemerintah Korea Selatan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In