ASPEK.ID – Pemimpin Partai Buruh, Keir Starmer, resmi menjadi Perdana Menteri (PM) Inggris. Ia secara memberikan pidatonya di Downing Street, Jumat (5/7/2024).
“Perubahan akan mulai secepatnya,” katanya dalam pidato kemenangan, dikutip AFP.
“Tetapi tak ada keraguan, kita akan membangun kembali Britain,” tegasnya.
Sebelumnya, ia telah bertemu dengan Raja Charles III dan secara formal diminta sebagai PM seiring dengan pengunduran diri Rishi Sunak. Raja Charles dilaporkan melantiknya di Istana Buckingham.
Dikesempatan yang sama Starmer juga memberikan penghormatan kepada mantan PM Rishi Sunak dalam pidato pertamanya itu. Ia mengatakan mengakui dedikasinya sebagai pemimpin sebelumnya.
″Prestasi (Sunak) sebagai perdana menteri Inggris pertama di Asia, upaya ekstra yang diperlukan, tidak boleh diremehkan oleh siapa pun. Kami memberikan penghormatan terhadap hal itu hari ini,” kata Starmer lagi.
“Kami juga mengakui dedikasi dan kerja keras yang dia berikan pada kepemimpinannya,” ujarnya.
Starmer berusia 61 tahun. Dia mengenyam pendidikan di University of Leeds dan University of Oxford.
Dia menikah dengan Victoria Alexander yang berprofesi sebagai terapis okupasi di Layanan Kesehatan Inggris (NHS). Mereka dikaruniai satu putra dan satu putri.
Pada tahun 2015, ia menjadi anggota parlemen untuk wilayah Holborn dan St Pancras di London utara.
Dia bertugas di tim mantan pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, sebagai menteri oposisi bidang Brexit. Pada jabatan itu dia mengatakan referendum kedua soal Uni Eropa harus dipertimbangkan.
Menyusul kekalahan telak Partai Buruh pada pemilihan umum tahun 2019, Sir Keir mencalonkan diri sebagai pemimpin partai tersebut – yang dimenangkannya pada April 2020.
Pemilu Inggris dilakukan Kamis. Dari 648 kursi, Partai Buruh memperoleh 412 kursi.
Sementara Konservatif 121 kursi, lalu Partai Lib Dem 71 kursi. Parta SNP hanya memperoleh sembilan kursi sedangkan lainnya 35 kursi.
















