ASPEK.ID, JAKARTA -PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih Rp 45,2 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 4,2 persen secara tahunan (year on year/YoY). Laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) meningkat 2,5 persen YoY menjadi Rp 58,5 triliun.
Sementara itu, pendapatan operasional naik 2,9 persen YoY menjadi Rp 85,3 triliun, ditopang pertumbuhan pendapatan nonbunga sebesar 7,6 persen dan pendapatan bunga bersih. Secara kuartalan, laba bersih BCA mencapai Rp 15,7 triliun.
PPOP juga tumbuh 5,1 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, terutama didorong perbaikan pendapatan bunga bersih.
Dari sisi penyaluran kredit, kredit konsolidasian BCA mencapai Rp 1.063,1 triliun hingga September 2026, tumbuh 12,6 persen YoY dan 2,7 persen secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ).
Pertumbuhan tahunan itu lebih tinggi dibandingkan 8 persen pada semester I-2026.














