• Latest
  • Trending
KPK Klaim Kantongi Bukti Aliran Uang ke Ketua PBNU Aizzudin

Skema “Jatah Preman” Bea Cukai Terbongkar, Rp 7 M per Bulan demi Impor Barang KW

Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Danantara Siapkan 49 Ribu Rumah Subsidi

19 Ribu Lebih Karyawan Amazon Terpapar Corona

10 Perusahaan dengan Karyawan Terbanyak di Dunia

Haji Isam Dikabarkan Mau Ambil Alih Saham BYAN

Prabowo Tunjuk Haji Isam  Pimpin Operasi Karhutla Kalsel

Investasi di IKN Bebas Pajak hingga 200 Persen

Investasi di IKN Bebas Pajak hingga 200 Persen

Catat Tanda Awal Kerusakan Hati

6,7 Juta Orang Indonesia Sakit Hepatitis B

Butik Emas Logam Mulia Surabaya 1 Pindah Alamat

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal” Bukan Simpanan Fisik

Akhirnya, Corina Pulang Kampung

Pendiri Taman Safari Indonesia: Selamatkan Harimau  Dibutuhkan Rantai Makanan

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Prabowo Instruksikan Pengerahan 3 Batalyon TNI dan 6 Helikopter Water Bombing di Kalbar

BRI Salurkan Rp2,4 Juta Bantuan Produktif Usaha Mikro

BI Ungkap Rahasia UMKM Lokal Tembus Pasar Global

Kasal: Asap Karhutla di Kalsel Tak Separah yang Ramai di Media Sosial

Kasal: Asap Karhutla di Kalsel Tak Separah yang Ramai di Media Sosial

Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Atasi Banjir Jabodetabek

Pemerintah Selidiki 4 Korporasi soal Karhutla Kalbar, Prabowo Minta Tindak Tegas

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

BNPB: 8.900 Hektare Lahan Terbakar di Kalimantan Selatan

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Agustus 23, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Skema “Jatah Preman” Bea Cukai Terbongkar, Rp 7 M per Bulan demi Impor Barang KW

by Muhammad Fadhil
Februari 6, 2026
in BERITA TERBARU, HUKUM, NEWS
KPK Klaim Kantongi Bukti Aliran Uang ke Ketua PBNU Aizzudin

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Foto: Beritasatu.com

ASPEK.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik korupsi terstruktur di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berupa “jatah preman” atau japrem dengan nilai fantastis. Skema ini diduga menjadi pintu masuk berbagai barang impor palsu alias KW agar lolos dari pengawasan negara.

Menurut KPK, nilai japrem yang mengalir ke oknum pegawai Bea Cukai mencapai sekitar Rp 7 miliar setiap bulan. Uang tersebut diduga dibayarkan secara rutin oleh pihak importir sebagai imbalan atas kelonggaran pemeriksaan barang di pelabuhan.

“Jatah bulanan yang diterima para pegawai itu mencapai sekitar Rp 7 miliar. Barang impor KW yang diloloskan pun beragam, mulai dari sepatu hingga berbagai jenis barang lain. Nanti akan kami telusuri asal dan jenis barangnya, karena ini tergantung importir,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Jumat (6/2).

BacaJuga

Danantara Siapkan 49 Ribu Rumah Subsidi

10 Perusahaan dengan Karyawan Terbanyak di Dunia

Prabowo Tunjuk Haji Isam  Pimpin Operasi Karhutla Kalsel

Investasi di IKN Bebas Pajak hingga 200 Persen

6,7 Juta Orang Indonesia Sakit Hepatitis B

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal” Bukan Simpanan Fisik

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari pejabat di lingkungan Bea Cukai serta pihak swasta, termasuk pemilik PT Blueray Cargo. Lima tersangka langsung ditahan untuk 20 hari pertama sejak 5 Februari 2026.

Sementara itu, satu tersangka lainnya, pemilik PT Blueray Cargo bernama John Field, tidak berhasil diamankan saat operasi tangkap tangan (OTT). KPK menyatakan yang bersangkutan melarikan diri dan kini telah dikenakan pencegahan ke luar negeri.

“Kami sudah keluarkan pencegahan ke luar negeri, harap bersikap kooperatif,” ujar Budi.

Tak hanya menetapkan tersangka, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti bernilai besar yang diduga berkaitan langsung dengan praktik suap dan gratifikasi tersebut. Total nilai sitaan mencapai Rp 40,5 miliar, terdiri dari uang tunai berbagai mata uang, logam mulia, hingga barang mewah.

Rincian barang bukti yang disita antara lain uang tunai senilai Rp 1,89 miliar jika dirupiahkan, yang terdiri dari US$ 182.900, SG$ 1,48 juta, dan JPY 550.000. Selain itu, KPK juga mengamankan emas seberat 5,3 kilogram dengan nilai sekitar Rp 15,7 miliar, serta satu unit jam tangan mewah senilai Rp 138 juta.

Atas perbuatannya, para penerima japrem dijerat dengan pasal suap dan gratifikasi sesuai Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Sementara pihak pemberi disangkakan melanggar ketentuan pemberian suap dan gratifikasi.

KPK memastikan penyelidikan belum berhenti. Lembaga antirasuah itu masih menelusuri aliran dana, jenis serta volume barang KW yang masuk ke Indonesia, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam skema korupsi yang diduga telah berlangsung sistematis ini. []

Komentar
Share15Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Danantara Siapkan 49 Ribu Rumah Subsidi

  ASPEK.ID, JAKARTA -  kegiatan Danantara Housing Expo menyediakan sekitar 49 ribu unit rumah subsidi khusus kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah...

19 Ribu Lebih Karyawan Amazon Terpapar Corona

10 Perusahaan dengan Karyawan Terbanyak di Dunia

Melansir data TradingView, Minggu (23/8/2026), berikut daftar korporasi publik berskala internasional dengan jumlah karyawan terbanyak di dunia:   Walmart Inc....

Haji Isam Dikabarkan Mau Ambil Alih Saham BYAN

Prabowo Tunjuk Haji Isam  Pimpin Operasi Karhutla Kalsel

  ASPEK.ID, KALSEL - Prabowo Subianto menunjuk Utusan Khusus Presiden Bidang Energi, Pangan, dan Infrastruktur, Andi Syamsuddin Arsyad  (Haji Isam)...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In