• Latest
  • Trending
Catat Tanda Awal Kerusakan Hati

6,7 Juta Orang Indonesia Sakit Hepatitis B

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Rosan: 75 Persen Investasi Hilirisasi di Luar Jawa

Prabowo: Danantara Wajib Bantu Lanjutkan Proyek LRT Jakarta

Prabowo Belum Kirim Supres Pergantian Panglima TNI

Dua Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo

Jokowi: Setiap Negara Punya Sistem Pendidikan Berbeda-beda

Uji Materi Ijazah Capres Gugur di MK, Ini Pertimbangannya

Istana: Ijazah Gibran Bukan Tidak Ada, Belum Ditemukan

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

IMF: 3 Tantangan Utama Ekonomi Global

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Emas Antam Kembali Turun, Ini Daftar Harganya Hari Ini

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Buronan Penyelundup HP Ilegal Rp 253 M Ditangkap di Bandara Soetta

Merger Gojek-Tokopedia Permudah UMKM Go Digital

Prabowo Tugaskan Menteri UMKM Kawal Ojol

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Di Halmahera Tengah, Prabowo Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik

Di Halmahera Tengah, Prabowo Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik

UI:  Alasan Data Center AI Butuh Banyak Air

Menkomdigi Ingatkan Air dan Energi, Proyek Data Center BDx Disetop

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

6,7 Juta Orang Indonesia Sakit Hepatitis B

by Aspek
Agustus 23, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
Catat Tanda Awal Kerusakan Hati

 

 

ASPEK.ID, JAKARTA – Sekitar 6,7 juta penduduk Indonesia diperkirakan terinfeksi hepatitis B dan 2,5 juta lainnya terinfeksi hepatitis C, dua jenis hepatitis yang berpotensi berkembang menjadi infeksi kronis maupun kanker hati.

BacaJuga

Rosan: 75 Persen Investasi Hilirisasi di Luar Jawa

Prabowo Belum Kirim Supres Pergantian Panglima TNI

Jokowi: Setiap Negara Punya Sistem Pendidikan Berbeda-beda

Istana: Ijazah Gibran Bukan Tidak Ada, Belum Ditemukan

IMF: 3 Tantangan Utama Ekonomi Global

Emas Antam Kembali Turun, Ini Daftar Harganya Hari Ini

Keberadaan penyakit hepatitis mungkin tak lagi asing di telinga masyarakat, namun hingga saat ini eksistensinya masih kerap disalahpahami. Penyakit ini kerap dikaitkan dengan gejala kulit dan mata yang menguning. Padahal, hepatitis merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh banyak hal.

Hal itu mengemuka dalam podcast TropmedTalk bertajuk “Hepatitis: Sering Didengar, Tapi Masih Sering Disalahpahami?” yang diselenggarakan oleh Pusat Kedokteran Tropis (PKT) UGM dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia.

Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, dr. Fahmi Indrarti, Sp.PD-KGEH, menjelaskan bahwa penyakit ini paling banyak disebabkan oleh infeksi virus hepatitis. Meski demikian, ia menyatakan bahwa hepatitis juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol, obesitas, obat-obatan, maupun penularan melalui makanan yang kurang terjaga kebersihannya.

Lebih lanjut, dr. Fahmi menjelaskan bahwa virus hepatitis terdiri atas hepatitis A, B, C, D, dan E dengan cara penularan yang berbeda beda. Misalnya, hepatitis A dan E menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Lalu, hepatitis B dan C menular melalui cairan tubuh, seperti paparan darah. Sedangkan hepatitis D hanya dapat menginfeksi seseorang yang telah mengalami hepatitis B dan dapat memperberat penyakitnya.

“Yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah yang B dan C,” ungkap dr. Fahmi, dikutip dari laman UGM  (22/8/2026).

Lebih lanjut, Fahmi juga meluruskan mitos bahwa hepatitis B dan C dapat menular melalui makan bersama. Ia menjelaskan bahwa boleh makan bersama, boleh berpelukan, dan tidak masalah. Orang dengan hepatitis tidak perlu dijauhi ataupun menghentikan seluruh aktivitasnya.

“Hepatitis juga tidak hanya menyerang orang dengan gaya hidup tidak sehat, tetapi juga dapat dialami siapa saja, termasuk bayi yang tertular dari ibunya atau seseorang yang terpapar darah dan peralatan tidak steril,” imbuhnya.

 

Komentar
Share11Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Orang Indonesia Rata-rata Tidur Hanya 6,8 Jam

Orang Indonesia Rata-rata Tidur Hanya 6,8 Jam

  ASPEK.ID, JAKAARTA - Masyarakat Indonesia rata-rata hanya tidur sekitar 6,8 jam sehari, lebih pendek dari durasi yang direkomendasikan. Dokter...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In