• Latest
  • Trending
Teh Beracun di Warakas: Anak Habisi Ibu dan Dua Saudara Saat Tertidur

Teh Beracun di Warakas: Anak Habisi Ibu dan Dua Saudara Saat Tertidur

Raline Shah Mundur dari Staf Khusus Menteri Komdigi

Raline Shah Mundur dari Staf Khusus Menteri Komdigi

Paksa ASN Berzakat, Menag Dorong Perpres; Potensi Rp230 T/Tahun

Baznas Target kumpulkan Zakat Rp70 Triliun pada 2027

5 Fakta Negatif Minuman Bersoda

Pengusaha Wanti-Wanti Efek Cukai Minuman Berpemanis Berlaku 2027

DPR Minta Kejagung Serius Tangani Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Rp22 T

MKD DPR Terima 2-3 Laporan Dugaan Pelanggaran Setiap Hari

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Bakal Akuisisi Sritex, Pemerintah Siapkan Investasi US$ 6 Miliar

Calvin Verdonk Berpeluang Jadi Pemain Indonesia Pertama Tampil di Liga Champions

Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Liga Champions

Harga Emas Antam Naik, Rp1.009.000/gram

Harga Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak Usai Anjlok Rp 20 Ribu

Hotel di Mandalika Penuh, Belum Ada Keluhan soal Harga

Transaksi di MotoGP Mandalika Tembus Rp 4,2 Miliar, UMK Tumbuh 207 Persen

Martha Tilaar Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun

Martha Tilaar Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun

Pidato di Wisuda Trisakti, Wapres Gibran Dorong Teknologi untuk Pariwisata Berkualitas

Pidato di Wisuda Trisakti, Wapres Gibran Dorong Teknologi untuk Pariwisata Berkualitas

Pemerintah Siapkan 4,2 Juta Genteng Dukung Gerakan Gentengisasi di 3 Provinsi

Pemerintah Siapkan 4,2 Juta Genteng Dukung Gerakan Gentengisasi di 3 Provinsi

Lagi Kapolri Suyudi Mutasi 12 Pati dan Pamen Polri

Lagi Kapolri Suyudi Mutasi 12 Pati dan Pamen Polri

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 14, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Teh Beracun di Warakas: Anak Habisi Ibu dan Dua Saudara Saat Tertidur

by Muhammad Fadhil
Februari 6, 2026
in BERITA TERBARU, HUKUM, NEWS
Teh Beracun di Warakas: Anak Habisi Ibu dan Dua Saudara Saat Tertidur

Polisi Sita Bekas Makanan dan Ponsel di Lokasi Penemuan Mayat Satu Keluarga di Warakas Jakut (Ady Anugrahadi/Liputan6.com)

ASPEK.ID, JAKARTA – Tragedi memilukan menimpa satu keluarga di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tiga orang anggota keluarga ditemukan meninggal dunia akibat keracunan. Pelaku tak lain adalah anak korban sendiri, berinisial S (22), yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana.

Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas VIII pada 2 Januari 2026 sekitar pukul 07.30 WIB. Korban masing-masing berinisial SS (50), AF (27), dan AD (14). Sementara itu, S sempat menjalani perawatan medis akibat keracunan, sebelum akhirnya terungkap sebagai pelaku utama.

Polisi mengungkap rangkaian aksi pelaku berdasarkan hasil penyelidikan mendalam. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar menjelaskan, tersangka lebih dulu membeli bahan beracun di sebuah warung.

BacaJuga

Raline Shah Mundur dari Staf Khusus Menteri Komdigi

Baznas Target kumpulkan Zakat Rp70 Triliun pada 2027

Pengusaha Wanti-Wanti Efek Cukai Minuman Berpemanis Berlaku 2027

MKD DPR Terima 2-3 Laporan Dugaan Pelanggaran Setiap Hari

Danantara Bakal Akuisisi Sritex, Pemerintah Siapkan Investasi US$ 6 Miliar

Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Liga Champions

Setelah kembali ke rumah, zat berbahaya tersebut dicampurkan ke dalam panci berisi rebusan teh.

“Panci yang sudah ada rebusan tehnya,” kata Onkoseno, Jumat (6/2).

Polisi menyebut pelaku menggunakan dua tahapan dalam menjalankan aksinya. Tahap pertama, para korban dibuat tidak sadarkan diri dengan metode tertentu. Setelah memastikan korban pingsan, pelaku melanjutkan ke tahap kedua.

“Ada 2 proses yang dilakukan pelaku. Pertama, korban dibuat pingsan dengan metode tertentu. Kemudian proses kedua setelah memastikan korban pingsan namun belum MD, dia menyendokkan racun lagi ke dalam mulut korban,” ucap dia.

Disuapi Saat Terlelap Tidur

Rebusan teh yang telah tercampur racun kemudian dituangkan ke dalam cangkir. Cairan tersebut disuapkan langsung ke mulut para korban saat mereka dalam kondisi tertidur.

“Dari cangkir disuapi ke mulut ke para korban ketika korban terlelap tidur. Korban meninggal dunia” ucap dia.

Aksi keji ini menyebabkan tiga korban meninggal dunia di dalam rumah kontrakan tersebut. Kepada penyidik, tersangka mengakui perbuatannya dan menyatakan seluruh tindakan telah direncanakan sebelumnya.

“Bahwa memang pelaku sudah merencanakan dan ini semua hasil BAP tersangka dan sudah mengakui,” imbuhnya.

Polisi Pastikan Pelaku dalam Kondisi Kejiwaan Normal

Meski pengakuan telah diperoleh, polisi tetap melakukan penyelidikan dengan pendekatan scientific crime investigation. Pemeriksaan melibatkan Puslabfor, autopsi forensik, uji toksikologi, serta pengumpulan keterangan saksi dan barang bukti.

Hasilnya, racun dipastikan menjadi penyebab kematian ketiga korban. Selain itu, penyidik juga memastikan kondisi kejiwaan tersangka dalam keadaan normal.

“Sudah sampaikan tadi bahwa semuanya terkait dan semuanya, termasuk kejiwaannya juga normal,” ucapnya.

Dengan demikian, S resmi ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana.

“Kami menetapkan saudara S sebagai pelaku atau tersangka dari perkara peristiwa keracunan tersebut di mana saudara S memang dengan sengaja meracun ketiga korban tersebut,” kata ria saat konferensi pers, Jumat (6/2/2026).

Motif Dendam karena Merasa Diperlakukan Berbeda

Dari hasil pendalaman penyidikan, terungkap motif pelaku dilatarbelakangi rasa dendam terhadap keluarganya. S mengaku kerap merasa diperlakukan tidak adil dan sering dimarahi oleh sang ibu.

“Motivasi dari pelaku adalah dendam kepada keluarganya karena merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya,” ucap dia.

Kasus ini masih terus didalami untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan. []

Komentar
Share24Tweet15SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Raline Shah Mundur dari Staf Khusus Menteri Komdigi

Raline Shah Mundur dari Staf Khusus Menteri Komdigi

ASPEK.ID JAKARTA - Raline Shah mengundurkan diri Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital....

Paksa ASN Berzakat, Menag Dorong Perpres; Potensi Rp230 T/Tahun

Baznas Target kumpulkan Zakat Rp70 Triliun pada 2027

  ASPEK.ID, JAKARTA - Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menargetkan Baznas kumpulkan Zakat Nasional Rp70 Triliun pada 2027. Hal ini...

5 Fakta Negatif Minuman Bersoda

Pengusaha Wanti-Wanti Efek Cukai Minuman Berpemanis Berlaku 2027

ASPEK.ID, JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman bicara rencana pemberlakukan cukai terhadap...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In