• Latest
  • Trending

Bareskrim Telusuri Jejak Jaringan Emas Ilegal di Surabaya

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Menteri LH: Cegah Karhutla, Pemerintah Akan Revisi Pasal  69

Paus Leo XIV Berhasil Operasi Pengangkatan Tumor Paru-paru

Paus Leo XIV Berhasil Operasi Pengangkatan Tumor Paru-paru

Pertamina Patra Niaga Terus Dorong Penggunaan Energi yang Lebih Baik

Dirut Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM di SPBU Bali

Peraih Nobel: Sulit Peluang Ekonomi RI Tumbuh 8%

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

KPK Sita Rp1,4 Miliar dan Tangkap 14 Orang dalam OTT di  BNPB

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Gelar OTT di BNPB

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Wapres Gibran Janji Kerja Lebih Baik Tanggapi Survei

Pilot WNI Israel Larang Ethiopian Airlines Mendarat di Tel Aviv

Pilot WNI Israel Larang Ethiopian Airlines Mendarat di Tel Aviv

Komisi X DPR Tegaskan MBG Tak Pangkas Anggaran Pendidikan

DPR Soroti Aturan Penyetaraan Ijazah Luar Negeri yang Belum Jelas

Kasus Pengeroyokan Guru di Jambi Picu Urgensi UU Perlindungan Guru

Tunjangan Sertifikasi Guru Nunggak 3 Bulan, Kemenkeu Jawab Begini

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Periksa Eks Direktur Jasindo soal Dugaan Korupsi Asuransi Pelni

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 14, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Bareskrim Telusuri Jejak Jaringan Emas Ilegal di Surabaya

by Muhammad Fadhil
Februari 20, 2026
in BERITA TERBARU, HUKUM, NEWS

ASPEK.ID, JAKARTA – Upaya membongkar dugaan jaringan perdagangan emas ilegal terus bergulir. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di sebuah rumah di kawasan Jalan Tampomas, Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (19/2).

Dari lokasi tersebut, penyidik mengamankan empat boks barang bukti yang langsung dibawa ke Jakarta untuk kepentingan penyidikan lanjutan. Barang yang disita meliputi emas batangan, uang tunai, dokumen fisik, hingga dokumen elektronik yang diduga berkaitan dengan praktik tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Direktur Dittipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, menegaskan bahwa penggeledahan dilakukan untuk memperluas penelusuran terhadap jaringan distribusi emas yang diduga bersumber dari pertambangan tanpa izin (PETI).

BacaJuga

Menteri LH: Cegah Karhutla, Pemerintah Akan Revisi Pasal  69

Paus Leo XIV Berhasil Operasi Pengangkatan Tumor Paru-paru

Dirut Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM di SPBU Bali

Peraih Nobel: Sulit Peluang Ekonomi RI Tumbuh 8%

KPK Sita Rp1,4 Miliar dan Tangkap 14 Orang dalam OTT di  BNPB

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

“Barang bukti yang kami sita berupa surat, dokumen elektronik, uang, dan emas batangan. Semua akan dianalisis untuk menelusuri aliran dana dan jaringan pelaku,” ujar Ade Safri, Jumat (20/2).

Kasus ini bukan perkara baru. Penyidikan telah berjalan sejak 2019. Hingga kini, sedikitnya 37 saksi telah diperiksa guna mengurai rantai distribusi dan aliran transaksi emas yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan ilegal lintas daerah.

Selain penggeledahan di Surabaya, tim penyidik juga menyasar dua lokasi lain di Kabupaten Nganjuk, yakni sebuah toko emas dan rumah pribadi yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan yang sama.

Rumah di Surabaya tersebut diduga berfungsi sebagai titik penampungan, pengolahan, sekaligus distribusi emas sebelum dipasarkan lebih lanjut. Aparat menduga praktik ini berlangsung sistematis dan terorganisasi.

Pengusutan perkara ini juga merupakan tindak lanjut dari analisis transaksi mencurigakan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dalam periode 2019–2022, ditemukan pola transaksi jual beli emas dalam jumlah besar yang dinilai tidak wajar.

Temuan tersebut diperkuat dengan fakta persidangan perkara pertambangan tanpa izin di Kalimantan Barat yang telah berkekuatan hukum tetap pada 2022. Dalam perkara tersebut, 38 terdakwa divonis bersalah, termasuk tersangka berinisial FL yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan distribusi emas yang kini tengah diselidiki.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, total akumulasi transaksi jual beli emas yang diduga berasal dari pertambangan ilegal sepanjang 2019 hingga 2025 diperkirakan mencapai Rp25,8 triliun.

Nilai tersebut menunjukkan skala ekonomi yang besar dan potensi kerugian negara yang signifikan. Bareskrim memastikan proses penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam jaringan kejahatan ekonomi tersebut.

Penyidik menegaskan komitmen penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel hingga tuntas. []

Komentar
Share26Tweet17SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Menteri LH: Cegah Karhutla, Pemerintah Akan Revisi Pasal  69

  ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, menargetkan karhutla di sejumlah dapat...

Paus Leo XIV Berhasil Operasi Pengangkatan Tumor Paru-paru

Paus Leo XIV Berhasil Operasi Pengangkatan Tumor Paru-paru

  ASPEK.ID, VATIKAN - Vatikan mengumumkan Paus Leo XIV telah menjalani operasi pengangkatan tumor kanker di paru-paru kanannya di Rumah...

Pertamina Patra Niaga Terus Dorong Penggunaan Energi yang Lebih Baik

Dirut Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM di SPBU Bali

    ASPEK.ID, JAKARTA  - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyebutkan sejumlah penyebab antrean panjang pengisian BBM...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In