ASPEK.ID, JAKARTA – PT Agrinas Pangan Nusantara akan mengimpor sebagian sepeda motor roda tiga untuk mendukung operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Langkah ini diambil setelah kapasitas produksi dalam negeri dinilai tidak mampu memenuhi lonjakan permintaan.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut kebutuhan kendaraan operasional untuk program tersebut mencapai angka besar.
“Sepeda motor tiga rodanya sama, (total berjumlah) 160 ribu juga. Dari semua produsen di Indonesia sudah kita pesan juga,” ungkapnya, Sabtu (28/2).
Menurutnya, Agrinas telah lebih dulu menjajaki kerja sama dengan seluruh produsen motor roda tiga di dalam negeri. Namun tingginya volume pesanan membuat lini produksi nasional tidak mampu memenuhi keseluruhan kebutuhan.
“Viar, Kaisar, terus Ace, di depan ada TVS, mereka juga tidak mampu produksi yang banyak. Sisanya kita pesannya dari luar, kita impor terpaksa, karena mereka sudah tidak mampu lagi (produksi lokal),” ujarnya.
Meski memastikan impor dilakukan karena keterbatasan kapasitas domestik, Joao belum merinci komposisi antara unit yang diproduksi di dalam negeri dan yang didatangkan dari luar negeri.
Selain motor roda tiga, Agrinas juga melakukan pengadaan kendaraan niaga dalam jumlah besar. Total pesanan mencapai 160 ribu unit yang terdiri dari 80 ribu pickup 4×4 dan 80 ribu light truck.
Dari jumlah tersebut, kontrak dengan merek asal India mencakup 105 ribu unit. Rinciannya, 35 ribu unit Scorpio Pik Up dipasok oleh Mahindra. Sementara 70 ribu unit lainnya berasal dari Tata Motors, yang terdiri atas 35 ribu unit Yodha Pick-Up dan 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck.
“Saat ini sudah masuk 200, akhir bulan sudah 1.200,” ujarnya.
Adapun sisa pengadaan dipenuhi dari pabrikan yang telah memiliki fasilitas perakitan di Indonesia. Rinciannya, 20.600 unit dari Mitsubishi Motors, 13.200 unit dari Foton, 10.000 unit dari Hino Motors, serta 900 unit dari Isuzu.
“Jadi 20.600 dari Mitsubishi, Foton 13.200, Hino 10.000 dan Isuzu 900, itu sudah kita order,” tandasnya.
Pengadaan masif kendaraan operasional ini menjadi bagian dari penguatan distribusi logistik dan operasional Kopdes Merah Putih di berbagai daerah. Namun, kebijakan impor di tengah program penguatan ekonomi nasional berpotensi memunculkan perdebatan, khususnya terkait daya dukung industri otomotif dalam negeri.
Agrinas menegaskan, langkah impor bukan pilihan utama, melainkan solusi atas keterbatasan kapasitas produksi domestik dalam memenuhi kebutuhan dalam waktu singkat. []
























