ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan memberhentikan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjung Kesuma, Kabupaten Lampung Timur, setelah yang bersangkutan diduga terlibat dalam kasus pencabulan terhadap seorang anak.
Keputusan tersebut diambil tidak lama setelah BGN menerima laporan resmi mengenai dugaan peristiwa tersebut. Saat ini, terduga pelaku juga telah diamankan oleh aparat kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang mengatakan, lembaganya tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan maupun tindak kejahatan terhadap anak. Apalagi jika dilakukan oleh individu yang terlibat dalam pelaksanaan program pelayanan publik pemerintah.
“Begitu kami menerima laporan dan memastikan bahwa pelaku telah diamankan oleh kepolisian, BGN langsung memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan dari jabatannya sebagai Kepala SPPG,” kata Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang, Jumat (6/3).
“Kami tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang melanggar hukum dan mencederai nilai kemanusiaan,” ujarnya.
BGN, lanjut Nanik, mendukung sepenuhnya proses hukum yang tengah dilakukan aparat penegak hukum. Ia menegaskan bahwa penanganan perkara sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian agar berjalan transparan dan sesuai aturan yang berlaku.
“BGN menghormati proses hukum yang dilakukan oleh kepolisian. Kami berharap kasus ini dapat diproses secara tuntas sehingga memberikan keadilan bagi korban dan menjadi pembelajaran serius bagi seluruh pihak,” kata Nanik.
Di sisi lain, BGN juga akan melakukan evaluasi internal menyusul kejadian tersebut. Evaluasi terutama difokuskan pada mekanisme seleksi, pembinaan, dan pengawasan sumber daya manusia yang terlibat dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di berbagai daerah.
“Kejadian ini menjadi momentum evaluasi bagi kami untuk memperkuat proses seleksi, pembinaan, serta pengawasan terhadap seluruh pelaksana program di lapangan agar standar integritas, moralitas, dan profesionalisme tetap terjaga,” tegasnya memastikan bahwa pelayanan Program MBG di wilayah Lampung Timur tetap berjalan dengan normal. []
























