• Latest
  • Trending
Pakar Ungkap Potensi Gempa Ganda di Indonesia usai Tragedi Venezuela

Pakar Ungkap Potensi Gempa Ganda di Indonesia usai Tragedi Venezuela

Survei SMRC: 50,8% Masyarakat Menilai Ekonomi Sangat Buruk

Dua Petani Perempuan dari Aceh dan Banten Meraih 100 Women Heroes FAO 2026 di Roma

Dua Petani Perempuan dari Aceh dan Banten Meraih 100 Women Heroes FAO 2026 di Roma

H+1 Idul Fitri, Bandara Kualanamu Cuma Layani 23 Penumpang

Ban Pesawat Citilink Pecah di Bandara Halim

Persis Solo Gelar TC di Garudayaksa Training Centre, Siap Uji Kekuatan dengan Tim Liga 1

Persis Solo Pecat Ricky Nelson

Sekjen PBB ke Jakarta, Ada Pengalihan Jalan

Sekjen PBB ke Jakarta, Ada Pengalihan Jalan

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

Asap Karhutla dari Kalimantan Masuk Jakarta

Menara Masjid Dipasang BTS, Kominfo Biasa Saja

Kemenag Bagi-bagi  Rp50 Juta ke Masjid dan Rp35 Juta ke Mushallaa, Ini Syarat dan Jadwalnya

1 Januari 2020, Harga Rokok Resmi Naik 35 Persen

BPS; Orang Indonesia Lebih Banyak Habiskan Uang untuk Beli Rokok Daripada Makanan Pokok

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

10 Negara Terbanyak terjerat Utang IMF 2026

Jokowi: Ada Operasi Politik di Balik Isu Ijazahnya dan Gibran

Jokowi: Ada Operasi Politik di Balik Isu Ijazahnya dan Gibran

BGN Uji MBG Prasmanan Ala Sekolah di Jepang

MBG Terapkan Prasmanan, Siswa Boleh Tambah

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Hari Ini, Prabowo Ulang Tahun Ke-75

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Pakar Ungkap Potensi Gempa Ganda di Indonesia usai Tragedi Venezuela

by Muhammad Fadhil
Juli 4, 2026
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, NEWS
Pakar Ungkap Potensi Gempa Ganda di Indonesia usai Tragedi Venezuela

Potret kerusakan gempa di La Guaira, Venezuela. (Foto: via REUTERS/Handout)

ASPEK.ID, JAKARTA – Fenomena gempa ganda (seismic doublet) yang mengguncang Venezuela menjadi perhatian para ahli karena tergolong langka. Dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi hanya dalam selang 39 detik pada Rabu (24/6) waktu setempat.

Berdasarkan laporan otoritas Venezuela hingga 30 Juni, bencana tersebut menewaskan sedikitnya 1.943 orang, melukai lebih dari 10 ribu orang, dan memaksa lebih dari 15 ribu warga mengungsi.

Pakar kebumian sekaligus dosen Teknik Geofisika Universitas Pertamina (UPER), Iktri Madrinovella, menjelaskan besarnya dampak bencana dipengaruhi oleh fenomena seismic doublet, yakni dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan dalam waktu sangat singkat.

BacaJuga

Survei SMRC: 50,8% Masyarakat Menilai Ekonomi Sangat Buruk

Dua Petani Perempuan dari Aceh dan Banten Meraih 100 Women Heroes FAO 2026 di Roma

Ban Pesawat Citilink Pecah di Bandara Halim

Persis Solo Pecat Ricky Nelson

Sekjen PBB ke Jakarta, Ada Pengalihan Jalan

Asap Karhutla dari Kalimantan Masuk Jakarta

“Pada kasus di Venezuela, gempa pertama diduga memicu pergerakan patahan aktif di sekitarnya sehingga terjadi gempa kedua yang kekuatannya lebih besar hanya 39 detik kemudian. Rangkaian guncangan inilah yang dapat memperparah dampak kerusakan dibandingkan jika hanya terjadi satu gempa besar,” kata Iktri dalam keterangannya, Sabtu (4/7).

Menurut Iktri, wilayah utara Venezuela berada di pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan yang didominasi sesar geser (strike-slip). Pergerakan kedua lempeng tersebut menyebabkan tekanan terus menumpuk di sepanjang patahan hingga akhirnya dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.

Meski terjadi di Amerika Selatan, Iktri menilai peristiwa tersebut menjadi pembelajaran penting bagi Indonesia yang juga berada di kawasan tektonik aktif.

Ia menyebut karakteristik geologi serupa terdapat di sejumlah wilayah Indonesia. Karena itu, fenomena gempa ganda seperti di Venezuela bukan sesuatu yang mustahil terjadi di Tanah Air.

Menurutnya, gempa Mentawai-Bengkulu pada 2007 dan gempa Lombok pada 2018 menunjukkan bahwa rangkaian gempa besar dapat terjadi akibat aktivitas tektonik yang saling berkaitan. Gempa besar dapat mengubah distribusi tekanan di dalam kerak bumi sehingga memicu pergerakan patahan atau zona subduksi di sekitarnya.

“Rangkaian gempa seperti yang terjadi di Venezuela juga berpotensi terjadi pada sejumlah jalur patahan aktif di Indonesia, termasuk Sesar Sumatera dan Palu-Koro. Karena itu, mitigasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemetaan wilayah rawan dan pembangunan infrastruktur yang aman hingga peningkatan kesiapsiagaan masyarakat,” ujarnya.

Iktri mengatakan salah satu upaya mitigasi adalah melakukan pemetaan kerentanan seismik sebagai dasar penyusunan tata ruang dan pembangunan infrastruktur tahan gempa.

Pendekatan tersebut diterapkannya melalui penelitian kolaboratif di kawasan pesisir Teluk Palu menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Hasil penelitian menunjukkan terdapat wilayah dengan tingkat kerentanan seismik yang tinggi.

Menurutnya, informasi mengenai tingkat kerentanan suatu wilayah perlu menjadi acuan dalam penyusunan tata ruang, pembangunan infrastruktur, hingga penerapan standar bangunan tahan gempa agar risiko kerusakan dapat ditekan.

Sementara itu, Penjabat Sementara Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, mengatakan peristiwa di Venezuela menjadi pengingat bahwa investasi pada riset kebencanaan sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur.

“Sebagai perguruan tinggi yang memiliki keunggulan di bidang energi dan kebumian, Universitas Pertamina berkomitmen memperkuat riset, inovasi, serta kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung mitigasi bencana di Indonesia. Pembelajaran dari berbagai peristiwa global menjadi dasar untuk menghasilkan rekomendasi berbasis bukti yang dapat meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana,” kata Djoko. []

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Gunung Anak Krakatau Timbulkan 68 Kali Gempa

Gunung Anak Krakatau Timbulkan 68 Kali Gempa

  ASPEK.ID, BANTEN - Gunung Anak Krakatau mengalami 68 kali gempa berbagai jenis sepanjang hari Minggu, 11 Oktober 2026. Masyarakat,...

Gempa M 7,7 Goyang Panama, Presiden Umumkan ini Bencana Besar

Gempa M 7,7 Goyang Panama, Presiden Umumkan ini Bencana Besar

  ASPEK.ID, PANAMA -  Presiden Panama Jose Raul Mulino mengumumkan gempa bermagnitudo 7,7 pada Jumat (9/10/2026) yang mengguncang negaranya sebagai...

Bangunan Tahan Gempa Wajib Diberlakukan

Stop Hubungkan Peristiwa Gempa Bumi dengan Dosa Warga

    ASPEK.ID, JAKARTA - Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI)   Daryono, meminta masyarakat tidak mengaitkan bencana gempa bumi dengan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In