ASPEK.ID, Jakarta – PT Pertamina (Persero) terus memantau perkembangan dua kapal tanker milik anak usahanya, PT Pertamina International Shipping, yang hingga kini masih tertahan di kawasan Selat Hormuz di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, mengatakan perusahaan terus berkoordinasi dengan pemerintah serta memonitor kondisi kedua kapal tersebut secara intensif.
“Kami jalin komunikasi juga koordinasi tentunya saling update dan sampai saat ini kami terus memonitor perkembangan. Jadi masih dalam pengawasan terus,” ujar Arya di Jakarta, Selasa (10/3).
Menurutnya, Pertamina berharap kedua kapal tanker beserta seluruh awak kapal dapat segera keluar dari kawasan tersebut dan kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat.
“Tentunya ini harapan keselamatan dari aset dan juga pekerja kita yang di sana terus kami monitor dan kami upayakan yang terbaik untuk mereka,” terang Arya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah tengah melakukan upaya diplomasi agar kedua kapal tanker tersebut dapat keluar dari Selat Hormuz.
“Kita lagi upaya diplomasi agar ada cara yang lebih baik untuk mereka bisa dikeluarkan,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Bahlil juga menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi apabila situasi memburuk dan kapal tidak dapat segera keluar dari kawasan tersebut. Salah satunya dengan mencari sumber pasokan minyak mentah dari wilayah lain di luar Selat Hormuz.
“Andaikan pun itu tidak dikeluarkan, kita sudah cari alternatif untuk mencari sumber crude dari yang lain dan sudah dapat. Sudah dapat. Kita sudah dapat. Jadi saya pikir itu tidak menjadi sesuatu yang itu problem tapi bukan sesuatu itu masalah yang sangat penting,” terang Bahlil.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi nasional tetap aman di tengah ketidakpastian situasi di jalur pelayaran strategis tersebut. []
























