ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah memastikan rencana pengembangan kereta cepat Whoosh hingga Jawa Timur tetap berlanjut. Namun, proyek tersebut akan berjalan bersamaan dengan proses restrukturisasi keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrawil) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pemerintah saat ini menjalankan dua agenda sekaligus, yakni menyiapkan rencana pengembangan jalur kereta cepat hingga Banyuwangi dan menyelesaikan persoalan keuangan KCIC.
Menurut AHY, pemerintah telah menggelar pertemuan bersama Kementerian Keuangan serta Danantara Indonesia untuk membahas kelanjutan operasional Whoosh hingga ke wilayah Jawa Timur.
“Tahapan hari ini kita lakukan paralel,” ujar AHY dalam konferensi pers Update Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Persiapan Mudik Lebaran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan, proses restrukturisasi keuangan KCIC menjadi faktor penting dalam menentukan arah pengembangan proyek kereta cepat di masa depan. Hal tersebut berkaitan langsung dengan peta jalan pembangunan jalur lanjutan Whoosh menuju Jawa Timur.
Karena itu, pemerintah ingin memastikan persoalan finansial proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) terlebih dahulu mendapatkan solusi yang tepat sebelum pengembangan tahap berikutnya benar-benar dimulai.
“Sebaiknya kita pastikan dahulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik, baru setelah itu kita kembangkan berikutnya,” jelasnya.
Meski demikian, AHY menegaskan pemerintah tetap berkomitmen memperluas jangkauan layanan kereta cepat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Menurutnya, apabila jaringan kereta cepat berhasil menghubungkan Jakarta hingga Surabaya bahkan sampai Banyuwangi, dampaknya akan signifikan terhadap pembangunan wilayah serta pertumbuhan ekonomi di daerah yang dilalui.
“Kalau Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam saja lewat kereta, saya rasa ini akan mengubah peta pembangunan, sekaligus juga pertumbuhan ekonomi baru bisa kita hadirkan di sepanjang jalur,” imbuhnya. []
























