ASPEK.ID, JAKARTA – Peneliti forensik digital, Rismon Hasiholan Sianipar, menerima bingkisan parsel dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka usai pertemuan keduanya di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).
Pertemuan tersebut berlangsung setelah Rismon sebelumnya menyampaikan permintaan maaf terkait pernyataannya mengenai dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Rismon tiba di Istana Wapres sekitar pukul 10.00 WIB. Ia menyebut kedatangannya untuk bersilaturahmi dengan Gibran sekaligus menyampaikan klarifikasi atas polemik yang sempat mencuat.
“Silaturahmi saja,” kata Rismon singkat sebelum memasuki ruang pertemuan.
Sekitar satu jam kemudian, Rismon keluar dari ruang pertemuan bersama Gibran. Keduanya tampak berjabat tangan, dan Gibran juga terlihat menepuk pundak Rismon sebelum berpisah.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran memberikan sebuah parsel berukuran besar kepada Rismon. Bingkisan itu berisi berbagai makanan ringan serta satu set cangkir lengkap dengan piring kecil. Parsel tersebut kemudian dibawa Rismon bersama kuasa hukumnya, Jahmada Girsang.
Rismon mengaku terharu atas sikap yang ditunjukkan keluarga Presiden Joko Widodo.
“Belum pernah ada orang memberikan saya seperti ini, apalagi dari keluarga yang sering saya kritik. Kalau ada yang salah katakan salah, kalau benar katakan benar,” ujarnya kepada awak media.
Ia juga menyebut keluarga Gibran terbuka terhadap penelitian maupun kritik, selama disampaikan secara jujur dan tidak disertai motif politik.
Rismon mengatakan akan meninjau kembali hasil penelitiannya terkait polemik tersebut. Ia berencana menuliskan koreksi atas kajian sebelumnya setelah kembali ke kampung halamannya.
Diketahui, sebelumnya Rismon sempat menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu terhadap Presiden Jokowi. Permintaan maaf dan klarifikasi telah ia sampaikan secara terbuka melalui kanal YouTube Balige Academy beberapa waktu lalu. []















