ASPEK.ID, JAKARTA – Anggota Komisi XII DPR RI Alfons Manibui menilai kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang tengah dikaji pemerintah sebagai langkah strategis untuk efisiensi energi nasional. Kebijakan tersebut dinilai relevan di tengah dinamika geopolitik global dan lonjakan harga minyak dunia yang telah menembus US$ 100 per barel.
Alfons mengatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tengah mengkaji opsi tersebut sebagai upaya menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
“Langkah tersebut menunjukkan pemerintah tidak hanya fokus pada penguatan pasokan energi, tetapi juga mulai memperkuat pengelolaan konsumsi energi secara lebih efisien dan terukur,” kata Alfons, Rabu (18/3).
Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai mulai mengedepankan manajemen sisi permintaan energi sebagai bagian dari strategi komprehensif menjaga stabilitas energi nasional.
“Langkah ini sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting sebagai bentuk mitigasi risiko, khususnya dalam mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM di tengah tekanan global.
Alfons juga mendorong agar kajian kebijakan WFH dilakukan secara menyeluruh agar implementasinya dapat berjalan optimal tanpa mengganggu produktivitas nasional.
Selain itu, ia menilai upaya efisiensi energi melalui kebijakan seperti WFH dapat menjadi bagian dari transformasi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan, termasuk mendorong perubahan perilaku konsumsi energi masyarakat secara bertahap.
Sebagai wakil dari daerah pemilihan Papua Barat, Alfons menegaskan pentingnya kebijakan nasional tetap memperhatikan aspek pemerataan, terutama bagi wilayah yang masih membutuhkan penguatan infrastruktur energi.
“Kami berharap kebijakan efisiensi energi tetap memperhatikan kondisi daerah, agar seluruh wilayah, termasuk Papua Barat, tetap mendapatkan perhatian dalam pembangunan sektor energi nasional,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah mengkaji sejumlah langkah untuk menekan konsumsi BBM, termasuk kemungkinan penerapan WFH.
“Memang ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan, tapi sedang dikaji, tentang apakah kita membutuhkan WFH. Yang penting adalah penghematan terhadap BBM itu juga penting,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (17/3/2026).
Sejumlah negara juga telah menerapkan kebijakan serupa sebagai respons terhadap tekanan global. Thailand, misalnya, meminta pegawai negeri bekerja dari rumah untuk mengurangi konsumsi energi, sementara Filipina menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sektor publik. []
























