ASPEK.ID, JAKARTA – Anwar Ibrahim mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Jumat (27/3), yang menitikberatkan pada dampak konflik Timur Tengah terhadap stabilitas global.
Dalam pernyataannya, Anwar menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan pandangan kedua negara dalam menghadapi krisis internasional yang kian kompleks.
“Pertemuan penuh makna bersama Presiden @prabowo hari ini membuka ruang konstruktif dalam mencari titik persamaan mendepani konflik Asia Barat yang kini menekan keselamatan tenaga serta kestabilan ekonomi dunia,” mengutip instagram resmi Anwar Ibrahim @anwaribrahim_my, Sabtu (28/3).
Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, Indonesia dan Malaysia memandang penting penguatan solidaritas regional. Fokusnya tidak hanya pada keamanan, tetapi juga menjaga daya tahan ekonomi di tengah tekanan eksternal.
Kedua pemimpin juga menegaskan komitmen untuk mengedepankan jalur diplomasi sebagai solusi utama dalam meredakan konflik yang berlangsung.
“Kami sepakat untuk mempergiat usaha diplomasi bagi meredakan konflik, melindungi nyawa orang awam serta membuka ruang rundingan ke arah penyelesaian yang aman dan berkekalan,” katanya.
Selain isu geopolitik, pertemuan tersebut turut menyoroti potensi gangguan pada rantai pasok global, khususnya jalur strategis di Selat Hormuz yang berperan vital bagi distribusi energi dunia.
Anwar juga mengungkapkan bahwa Malaysia активно berkomunikasi dengan para pemimpin dunia guna menyelaraskan sikap dan merespons dampak konflik secara kolektif.
“Saya turut maklumkan terkait interaksi dengan rakan-rakan pimpinan antarabangsa sebagai usaha menyatakan solidariti, menyelaras pandangan selain meneliti dampak global, khususnya dalam aspek tenaga dan keselamatan serantau,” kata Anwar.
Sebagai penutup, Anwar menegaskan posisi Malaysia yang konsisten dalam mendorong perdamaian dan menolak segala bentuk kekerasan dalam konflik internasional.
“Malaysia kekal dengan pendirian tegas, menolak keganasan, menjunjung undang-undang antarabangsa dan menggesa semua pihak kembali kepada jalan damai,” sambungnya. []















