ASPEK.ID, JAKARTA – Polisi mengungkap motif di balik penikaman yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei (59). Aksi tersebut disebut dilatarbelakangi dendam lama terkait kasus pembunuhan pada 2020.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi mengatakan, pelaku menyimpan dendam terhadap korban karena menganggap Nus Kei sebagai dalang pembunuhan kerabat mereka.
“Motif pelaku adalah balas dendam. Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei adalah otak di balik pembunuhan saudara kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun alias Dani Holat,” kata Rositah saat dikonfirmasi, Senin (20/4).
Menurut Rositah, peristiwa pembunuhan yang menjadi pemicu dendam itu terjadi beberapa tahun lalu di wilayah Jakarta.
“Yang terjadi pada tahun 2020 di Jakarta, samping Apartemen Metro Galaxy, Kalimalang, Bekasi,” ujarnya.
Nus Kei sendiri tewas setelah ditikam oleh orang tak dikenal di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/4) sekitar pukul 11.25 WIT, sesaat setelah korban tiba dari Jakarta.
“Terjadinya tindak pidana penikaman yang mengakibatkan meninggalnya Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei,” kata Rositah.
Dalam kejadian tersebut, pelaku disebut menyerang korban secara tiba-tiba menggunakan senjata tajam, lalu langsung melarikan diri.
“Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” ujarnya.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.
“Sempat dirawat di RS, namun tim medis menyatakan korban meninggal dunia karena luka yang dialami,” pungkasnya. []























