ASPEK.ID, BANDA ACEH – Ruas Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum sempat mengalami kemacetan akibat material tanah yang menutup badan jalan pada Minggu (26/4). Kondisi tersebut kini sudah kembali normal setelah petugas melakukan pembersihan di lokasi.
Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu awalnya disebut sebagai longsor. Namun, pihak pengelola memastikan kejadian tersebut bukan disebabkan oleh longsoran tebing.
Plt EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, mengatakan titik yang dimaksud berada di sekitar KM 6. Di lokasi tersebut saat ini masih berlangsung pekerjaan pelandaian lereng.
“Lokasi yang dimaksud berada di sekitar KM 6 Tol Padang Tiji-Seulimeum. Saat ini di titik tersebut masih dilakukan pekerjaan pelandaian lereng,” kata Hamdani, Senin (27/4).
Ia menjelaskan material yang menutup badan jalan berasal dari galian proyek yang terbawa aliran air hujan dengan intensitas tinggi. Material itu sebelumnya disiapkan untuk kebutuhan pekerjaan konstruksi di STA 10+500.
“Material yang terlihat di badan jalan itu bukan longsoran tebing, melainkan material galian yang terbawa air hujan deras,” jelasnya.
Meski ruas tol tersebut sudah difungsionalkan, pekerjaan penyempurnaan konstruksi masih terus berjalan di sejumlah titik. Salah satunya pelandaian lereng yang dilakukan setelah proses pembebasan lahan rampung.
Akibat material yang menutup jalan, arus lalu lintas sempat tersendat dan memicu antrean kendaraan cukup panjang. Petugas kemudian bergerak cepat membersihkan material agar jalan kembali bisa dilalui.
“Tim di lapangan secara sigap telah melakukan pembersihan agar tidak mengganggu pengguna jalan dan memastikan ruas tetap aman untuk dilalui,” pungkasnya. []






















