ASPEK.ID, ACEH TENGGARA – Banjir bandang menerjang dua desa di Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. Akibat kejadian itu, puluhan rumah warga mengalami kerusakan dan ratusan warga terdampak.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Lawe Tua Gabungan dan Desa Lawe Tua Makmur pada Sabtu (9/5) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Banjir dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore hingga menyebabkan debit sungai meningkat drastis.
“Debit air sungai meningkat hingga membawa material berupa bebatuan, dan kayu gelondongan yang menyumbat jembatan,” demikian keterangan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Bahron Bakti, Senin (11/5).
Material kayu, lumpur, dan air kemudian meluap ke permukiman warga. Jalan nasional yang menghubungkan Kutacane-Medan juga sempat tertutup lumpur sehingga akses transportasi lumpuh hingga Minggu pagi.
Data BPBA mencatat sebanyak 26 rumah mengalami kerusakan. Rinciannya, empat unit rusak berat, 15 unit rusak sedang, dan tujuh unit rusak ringan.
Petugas BPBD telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pembersihan material banjir menggunakan alat berat.
Saat ini kondisi banjir mulai berangsur surut. Jalur nasional Kutacane-Medan sudah bisa dilalui kendaraan, meski pengendara diminta tetap waspada karena jalan masih licin akibat sisa lumpur.
“Air sudah mulai surut. Korban terdampak banjir 155 jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” ujarnya. []























