ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait ucapan “orang desa tak pakai dolar” saat menanggapi pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Menurut Purbaya, ucapan tersebut disampaikan dalam konteks santai untuk menghibur masyarakat.
“Untuk menghibur rakyat aja di situ. Saya lihat konteksnya di perdesaan waktu kemarin itu, nggak apa-apa ngomong begitu,” kata Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5).
Purbaya memastikan kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam situasi yang baik. Ia menegaskan fundamental ekonomi nasional, termasuk sektor fiskal dan pengelolaan APBN, tetap terjaga.
“Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus. Besok saya akan jumpa pers masalah APBN. APBN kita yang sebagian majalah ekonomi bilang berantakan. Nggak, kita bagus sekali. Dan mereka nggak ngerti apa yang kita kerjakan,” ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah kini tak hanya mengandalkan belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, sektor swasta juga mulai bergerak aktif sehingga menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
“Strategi kita bukan hanya belanja pemerintah, tapi kita juga mengaktifkan sektor swasta. Makanya pertumbuhan ekonomi bisa 5,6 (persen) triwulan pertama karena swasta juga mulai bergerak, bukan hanya government saja,” katanya.
Purbaya juga menepis anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya ditopang pengeluaran pemerintah.
“Ada yang bilang kan, itu pertumbuhannya rentan gara-gara hanya didukung oleh belanja pemerintah, ada tumbuh 5,6 (persen),” lanjutnya.
Ia pun meminta masyarakat tidak cemas terhadap situasi ekonomi global yang sedang bergejolak. Pemerintah, kata dia, terus melakukan langkah perbaikan agar laju pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.
“Jadi jangan khawatir. Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di triwulan keempat dan triwulan pertama tahun ini kita sudah tumbuh semakin cepat dan kita akan jaga terus supaya lebih cepat lagi,” ujarnya.
Purbaya menilai capaian pertumbuhan ekonomi 5,6 persen pada triwulan pertama menjadi bukti kebijakan pemerintah berjalan efektif di tengah tekanan global.
“Anda ingat, triwulan pertama kita tumbuh 5,6 ketika perekonomian global lagi goncang. Jadi itu suatu prestasi yang luar biasa karena kebijakan Pak Presiden melakukan reformasi betul-betul dilakukan sebelum ada negative shock dari global. Jadi strategi pembangunannya amat baik dari Bapak Presiden,” imbuhnya.
Sebelumnya, Prabowo sempat menyinggung nilai tukar rupiah yang melemah hingga menembus Rp 17.500 per dolar AS saat meresmikan 1.062 Kopdes Merah Putih.
“Purbaya sekarang populer banget, Purbaya ini. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah kalian khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar,” kata Prabowo dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5). []























