ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri (PM) Belanda Rob Jetten. Dalam percakapan tersebut, keduanya membahas penguatan hubungan bilateral, kerja sama perdagangan, hingga perkembangan sejumlah isu global.
Komunikasi antara Prabowo dan Jetten berlangsung pada Kamis (11/6). Informasi itu disampaikan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, HE Marc Gerritsen, melalui akun Instagram resminya.
Menurut Gerritsen, kedua pemimpin menyoroti pentingnya kerja sama antarnegara dalam menjaga stabilitas dan mendorong kesejahteraan bersama, baik di kawasan maupun tingkat global.
“Mereka membahas pentingnya kerja sama antarabangsa untuk keamanan dan kemakmuran di wilayah kita dan di luar,” tulis Gerritsen dalam keterangannya, Jumat (12/6).
Selain hubungan bilateral, pembahasan juga mencakup kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa. Salah satu isu yang disorot adalah Perjanjian Komprehensif Perkongsian Ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa.
Tak hanya itu, perkembangan situasi di Timur Tengah, termasuk kondisi di Teluk Hormuz, turut menjadi perhatian dalam pembicaraan kedua pemimpin.
“Serta menangani Perjanjian Komprehensif Perkongsian Ekonomi antara Uni Eropa dan Indonesia serta situasi di Teluk Hormuz,” ujar Gerritsen.
Gerritsen menilai komunikasi tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dan Belanda untuk terus memperkuat kemitraan di tengah berbagai tantangan global yang berkembang.
“Tepat di dunia yang kacau, Indonesia dan Belanda bekerja sama untuk memperkuat ikatan,” ucap Gerritsen.
“Dan negara-negara kita adalah mitra yang berpikiran sama dalam dunia yang berubah cepat,” lanjutnya. []























