• Latest
  • Trending
Mantan Menkeu Bongkar Modus Oligarki Keruk Kekayaan Alam RI

Mantan Menkeu Bongkar Modus Oligarki Keruk Kekayaan Alam RI

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa Dangkal M 5,3 Hentak Labuan Bajo

Peluang Anies Diusung oleh PDI Perjuangan dan PKB

Survei Capres PPI: Prabowo Masih Unggul, Anies Menyusul

Relawan Selamatkan 100 Orangutan dari Kebakaran Hutan

Relawan Selamatkan 100 Orangutan dari Kebakaran Hutan

Jelang Wajib Halal 17 Oktober, Khatib Jumat Diimbau Syiarkan Pentingnya Sertifikasi Halal

Pemerintah Tunda Wajib Sertifikat Halal ke 2028

Jusuf Hamka  Berpenghasilan Rp55 Miliar/Hari

Jusuf Hamka Borong Saham Senilai Rp5 Triliun

Modifikasi Cuaca di IKN Kurangi Hujan 97%

Asap Karhutla Menutupi Istana Garuda IKN

Elektabilitas PDIP dan Gerindra Turun Tajam

Pilih Jadi Komisaris Bank NTB, PDIP Pecat Kadernya

Dirut Pertamina Tinjau Langsung Distribusi BBM di Bali

Dirut Pertamina Tinjau Langsung Distribusi BBM di Bali

Sekjen PBB ke Jakarta, Ada Pengalihan Jalan

Sekjen PBB Akan Bertemu Prabowo

Gerindra Tetapkan 6 Cagub dari Aceh ke Maluku

Pengamat: Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Pemprov DKI Antisipasi Asap Karhutla

Pemprov DKI Antisipasi Asap Karhutla

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

Asap Karhutla Berdampak ke 29 Bandara, 2.458 Penerbangan Dibatalkan dan Terlambat

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Mantan Menkeu Bongkar Modus Oligarki Keruk Kekayaan Alam RI

by Muhammad Fadhil
Juni 12, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI, NEWS
Mantan Menkeu Bongkar Modus Oligarki Keruk Kekayaan Alam RI

Fuad Bawazier. Foto: detik.com

ASPEK.ID, JAKARTA – Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier mengungkap sejumlah praktik yang menurutnya kerap digunakan kelompok berkepentingan untuk meraup keuntungan dari pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia.

Salah satu yang disorot Fuad adalah upaya menghambat kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat penguasaan negara atas hasil SDA. Ia mencontohkan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) SDA yang sempat mengalami penundaan sebelum mulai diterapkan tahun ini.

Dalam sebuah acara di Jakarta, Fuad mengutip pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut adanya pihak-pihak yang berupaya menunda pemberlakuan aturan tersebut.

BacaJuga

Gempa Dangkal M 5,3 Hentak Labuan Bajo

Survei Capres PPI: Prabowo Masih Unggul, Anies Menyusul

Relawan Selamatkan 100 Orangutan dari Kebakaran Hutan

Pemerintah Tunda Wajib Sertifikat Halal ke 2028

Jusuf Hamka Borong Saham Senilai Rp5 Triliun

Asap Karhutla Menutupi Istana Garuda IKN

“Beliau (Menkeu) bilang banyak yang mencoba untuk menunda. Itu maksudnya. Memang berusaha. Baik oligarkinya sendiri saya percaya, maupun dari kaki tangannya yang di dalam pemerintah banyak, cunguk-cunguknya kan banyak,” kata Fuad, dikutip Jumat (12/6).

Selain itu, Fuad menilai praktik penghindaran pajak juga dilakukan melalui manipulasi data ekspor. Menurutnya, ada pelaku usaha yang melaporkan volume ekspor lebih rendah dari kondisi sebenarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti praktik penetapan harga ekspor kepada perusahaan afiliasi di luar negeri. Skema tersebut, menurut Fuad, membuat harga jual tercatat lebih rendah sehingga keuntungan yang dilaporkan terlihat tipis.

“Mereka lebih jahat. Labanya dikit. Kenapa sedikit? Nanti dari situ baru dijual lagi,” ujarnya.

Fuad menilai dampak praktik tersebut terlihat pada belum optimalnya penerimaan negara dan pertumbuhan ekonomi. Ia mencontohkan periode ketika sektor tambang dan sawit menjadi motor ekonomi, namun pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di kisaran 5% sementara rasio pajak masih tergolong rendah.

“Karena apa? Mereka nyurinya itu kelewatan juga. Sawit bilangnya sekian juta hektare, nyatanya berlipat sebenarnya. Kalau tambangnya juga, sampai diakui oleh pemerintah, kan ada ribuan tambang ilegal. Tambang ilegalnya begitu banyak. Yang pegang izin pun tambang ilegal juga. Udah lah yang itu hutan lindung, kubat saja gitu,” katanya.

“Sampai udah berlubang-lubang, kubangan di Kalimantan, kalau kita lihat dari atas, di Sulawesi, Sumatra banjir, itu mereka sudah tidak ada rasa simpati pun kepada Republik Indonesia. Sudah kelewatan.”

Meski berbagai kasus tambang ilegal telah terungkap, Fuad menilai penegakan hukum masih belum berjalan tegas. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pelaku pelanggaran tidak jera.

“Salahnya itu satu, kita tidak melakukan penegakan hukum dengan baik. Kalau ada orang salah, diakomodasi,” imbuhnya.

Karena itu, Fuad mendorong agar pengelolaan SDA kembali berpedoman pada amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

“Yang penting itu adalah Undang-Undang Dasar 45 Pasal 33. Pasal 33 ada, ya harus kita laksanakan!”

Pasal 33 UUD 1945 mengatur bahwa cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Selain itu, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. []

Komentar
Share25Tweet16SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa Dangkal M 5,3 Hentak Labuan Bajo

  ASPEK.ID, LABUAN BAJO- Gempa bumi terjadi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu petang (18/10/2026) pukul 16.00 Wita. Badan...

Peluang Anies Diusung oleh PDI Perjuangan dan PKB

Survei Capres PPI: Prabowo Masih Unggul, Anies Menyusul

ASPEK.ID, JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI//) Adi Prayitno merilis survei elektabilitas calon presiden pada Minggu, 18 Oktober...

Relawan Selamatkan 100 Orangutan dari Kebakaran Hutan

Relawan Selamatkan 100 Orangutan dari Kebakaran Hutan

  ASPEK.ID, KALBAR - Badan konservasi Kalimantan Barat bersama organisasi nirlaba Indonesia, YIARI, pada Sabtu (17/10/2026) menyampaikan tim gabungan telah...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In