ASPEK.ID, BANDA ACEH – Yudisium Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 menghadirkan cerita menarik. Seorang mahasiswa asal Korea Selatan, Kim Young Jae, berhasil menyelesaikan studi dan meraih gelar Magister Ekonomi Syariah.
Kim menjadi satu dari 147 mahasiswa yang mengikuti yudisium di Aula Lantai III Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Sabtu (13/6). Dari jumlah tersebut, sebanyak 110 orang merupakan lulusan program magister dan 37 lainnya lulusan program doktor.
Selama menempuh studi, Kim menaruh perhatian pada fenomena Korean Wave yang berkembang di Indonesia, khususnya Aceh. Ketertarikan itu mendorongnya melakukan penelitian mengenai perilaku konsumsi masyarakat Aceh terhadap produk-produk Korea.
Tesis yang ditulisnya berjudul Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat Aceh terhadap Produk Korea (Studi Penelitian terhadap Kehalalan dan Kepuasan Konsumen).
Dalam riset tersebut, Kim meneliti pengaruh sejumlah faktor, mulai dari kehalalan produk, religiusitas, kepuasan konsumen, hingga lingkungan sosial terhadap keputusan masyarakat Aceh mengonsumsi produk Korea.
Penelitian dilakukan terhadap 204 konsumen Muslim di Aceh dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Model itu digunakan untuk mengukur hubungan antara norma subjektif, sikap, persepsi kontrol perilaku, pengetahuan kehalalan, religiusitas, kepuasan konsumen, niat, dan perilaku konsumsi.
Hasil penelitian menunjukkan norma subjektif, sikap, persepsi kontrol perilaku, dan niat memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap perilaku konsumsi produk Korea di kalangan masyarakat Muslim Aceh.
Sebaliknya, religiusitas dan kepuasan konsumen tidak ditemukan memiliki pengaruh langsung terhadap perilaku konsumsi. Sementara itu, pengetahuan terkait kehalalan produk justru menunjukkan pengaruh negatif yang cukup kuat.
Temuan tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi pemahaman konsumen mengenai aspek halal suatu produk, maka semakin selektif mereka dalam mengonsumsi produk-produk Korea yang beredar di pasaran.
Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Eka Srimulyani, mengatakan kehadiran mahasiswa asing menjadi bagian dari upaya kampus memperluas jejaring akademik internasional.
Menurutnya, keberhasilan Kim menyelesaikan studi menunjukkan UIN Ar-Raniry semakin dikenal dan diminati mahasiswa dari berbagai negara.
“Kehadiran mahasiswa asing yang berkuliah di Pascasarjana UIN Ar-Raniry akan semakin menguatkan langkah kampus menuju global outreach. Kami berharap semakin banyak mahasiswa internasional yang memilih UIN Ar-Raniry sebagai tempat studi dan pengembangan akademiknya,” ujar Eka, Minggu (14/6).
Ia menilai interaksi antara mahasiswa lokal dan internasional mampu memperkaya pengalaman akademik sekaligus memperluas pertukaran perspektif lintas budaya dan keilmuan.
Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg, mengatakan meningkatnya jumlah mahasiswa internasional menjadi bagian dari transformasi kampus menuju perguruan tinggi Islam yang berdaya saing global.
“Keberadaan mahasiswa internasional tidak hanya memperkuat reputasi akademik kampus, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di tingkat global,” kata Mujiburrahman.
Pada yudisium kali ini, Pascasarjana UIN Ar-Raniry juga meluluskan enam mahasiswa pertama program double degree internasional hasil kerja sama dengan Universiti Utara Malaysia (UUM) yang didanai beasiswa LPDP.
Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis UIN Ar-Raniry dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. []
























