ASPEK.ID, BEIRUT – Militer Israel mengklaim telah menewaskan salah satu tokoh senior Hizbullah, Ali Mussa Daqduq, dalam serangan yang dilancarkan ke wilayah Lebanon. Daqduq disebut memiliki peran penting dalam operasi militer Hizbullah dan pernah dituduh terlibat dalam pembunuhan lima tentara Amerika Serikat di Irak pada 2007.
Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut Daqduq selama beberapa tahun terakhir memimpin berbagai perencanaan operasi Hizbullah yang menargetkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di sepanjang perbatasan Lebanon.
“Selama beberapa tahun terakhir, Daqduq memimpin sebagian besar perencanaan operasional Hizbullah melawan tentara IDF di sepanjang perbatasan Lebanon,” demikian pernyataan militer Israel seperti dilansir AFP, Senin (15/6).
Israel menyebut Daqduq tewas dalam serangan yang dilakukan pada Jumat (12/6) di wilayah selatan Sungai Litani, Lebanon.
Nama Ali Mussa Daqduq sebelumnya pernah menjadi sorotan setelah ditangkap pasukan Amerika Serikat di Irak. Ia dituduh terlibat dalam penculikan dan pembunuhan lima tentara AS di Karbala pada 2007.
Daqduq kemudian ditahan hingga akhirnya diserahkan kepada pemerintah Irak pada Desember 2011. Namun, pada 2012 ia dibebaskan karena kurangnya bukti yang mendukung tuduhan tersebut. Meski demikian, Departemen Keuangan AS tetap menjatuhkan sanksi kepadanya setelah pembebasan itu.
Menurut militer Israel, Daqduq pernah menduduki sejumlah posisi penting di Hizbullah, termasuk sebagai komandan unit keamanan yang bertugas melindungi mantan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah serta kepala unit infanteri kelompok tersebut.
Serangan yang menewaskan Daqduq terjadi di tengah kembali memanasnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah. Militer Israel sebelumnya melancarkan serangan ke sejumlah target Hizbullah di Beirut selatan sebagai respons atas tembakan yang diarahkan ke wilayah Israel.
Aksi saling serang tersebut kembali terjadi meski kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel masih berlaku.
Rekaman dan foto yang beredar menunjukkan kerusakan pada sebuah gedung apartemen di kawasan Dahiyeh, Beirut selatan, yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah.
Sementara itu, Badan Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan sedikitnya tiga orang tewas akibat serangan Israel yang menghantam kawasan Ghoebeiry di pinggiran selatan Beirut. Selain itu, sedikitnya 15 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Kantor Berita Nasional Lebanon menyebut serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan cukup besar pada sejumlah bangunan dan pertokoan di sekitar lokasi. []
























