Jakarta, 7 Juli 2026 – SMAN 1 Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, resmi menjadi SMA Negeri pertama di Indonesia yang memperoleh otorisasi International Baccalaureate (IB) Diploma Programme dan bergabung sebagai IB World School.
Penyerahan sertifikat IB World School dilakukan pada Selasa (7/7/2026) kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Prosesi tersebut dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) Dirgayuza Setiawan, bersama Ketua Yayasan Maju Tapian Nauli.
Dirgayuza mengatakan, status IB World School merupakan pengakuan internasional yang hanya diberikan kepada sekolah yang berhasil memenuhi standar ketat yang ditetapkan International Baccalaureate Organization (IB). Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari kurikulum, kualitas tenaga pendidik, kepemimpinan sekolah, tata kelola, budaya belajar, hingga sistem penilaian.
Dengan status tersebut, SMAN 1 Matauli Pandan kini menjadi bagian dari jaringan lebih dari 5.800 IB World Schools yang tersebar di sekitar 159 negara. Hal ini menempatkan kualitas pendidikan sekolah tersebut dalam standar yang sama dengan sekolah-sekolah IB di berbagai belahan dunia.
Menurut Dirgayuza, pencapaian tersebut juga menunjukkan bahwa sekolah negeri di Indonesia mampu memenuhi standar pendidikan global. Selama ini, program IB lebih banyak tersedia di sekolah swasta dengan biaya pendidikan yang relatif tinggi. Keberhasilan SMAN 1 Matauli Pandan dinilai menjadi bukti bahwa pendidikan berstandar internasional dapat dihadirkan di sekolah negeri.
Program IB Diploma dikenal menekankan pengembangan kemampuan berpikir kritis, riset, komunikasi, penulisan akademik, serta pembelajaran lintas disiplin. Selain itu, siswa juga mengikuti komponen pembelajaran seperti Theory of Knowledge (TOK), Extended Essay (EE), dan Creativity, Activity, Service (CAS) yang dirancang untuk membentuk karakter, kepedulian sosial, dan kemampuan memecahkan persoalan nyata.
Dirgayuza berharap pencapaian SMAN 1 Matauli Pandan menjadi awal bagi semakin banyak SMA Negeri di Indonesia untuk meraih standar pendidikan internasional, sehingga akses terhadap pendidikan berkualitas dapat dinikmati lebih luas oleh para pelajar di berbagai daerah.
























