• Latest
  • Trending
World Bank: Indeks SDM Indonesia 2020 Membaik

Mendiktisaintek: 10 Persen Anak Indonesia Terindikasi Gangguan Jiwa

3 Faktor Proyek MRT Jakarta Fase 2 Bakal Molor

18 Layanan Gratis untuk Warga Jakarta,

MotoGP Mandalika, UMKM Raup Omzet Hingga Rp 5 Juta/Hari

MotoGP Mandalika, UMKM Raup Omzet Hingga Rp 5 Juta/Hari

Kapolri Kembali Mutasi 199 Pati dan Pamen: dari Wakabaintelkam hingga 3 Kapolda

Kapolri Kembali Mutasi 199 Pati dan Pamen: dari Wakabaintelkam hingga 3 Kapolda

Rajin Minum Air Putih Kok Bisa Batu Ginja?

Rajin Minum Air Putih Kok Bisa Batu Ginja?

Hotel di Mandalika Penuh, Belum Ada Keluhan soal Harga

Pembalap  Spanyol Kecelakaan di Sirkuit Mandalika, Helikopter Terbangkan ke RS

Mengapa Kita Cenderung Memilih Tempat Duduk yang Sama?

Mengapa Kita Cenderung Memilih Tempat Duduk yang Sama?

Boneka Unta Oleh-oleh Haji di Arab Buatan Indonesia

Boneka Unta Oleh-oleh Haji di Arab Buatan Indonesia

Minggu, Prabowo-Presiden Mesir El-Sisi Akan Teken MoU Visa dan Lain-lain

Minggu, Prabowo-Presiden Mesir El-Sisi Akan Teken MoU Visa dan Lain-lain

Kandungan Gizi tak Sesuai Label, 3 Merek Beras Ditarik dari Peredaran

Ekonom: Beras Premium Langka di Ritel Modern

Hotel di Mandalika Penuh, Belum Ada Keluhan soal Harga

MotoGP Mandalika Serap 9.000 Pekerja, UMKM Lokal Ikut Ketiban Berkah

Tolak Privasi, WA Tak Bisa Diakses Mulai 15 Mei

Tips Ganti Nomor HP Tanpa Hilang Chat di WA

BGN Uji MBG Prasmanan Ala Sekolah di Jepang

Pemerintah Tolak Tuduhan Komnas HAM Pelaksanaan MBG Langgar HAM

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Mendiktisaintek: 10 Persen Anak Indonesia Terindikasi Gangguan Jiwa

by Aspek
Agustus 11, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
World Bank: Indeks SDM Indonesia 2020 Membaik

Ilustrasi anak sekolah. [Dok. Kemenkeu]

Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarta. Ia mengungkapkan, sebanyak 10% anak di Indonesia terindikasi mengalami masalah kesehatan jiwa terutama gangguan kecemasan dan depresi.

Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahaya bagi masa depan bangsa, terutama menjelang berakhirnya era bonus demografi Indonesia pada 2046.

BacaJuga

18 Layanan Gratis untuk Warga Jakarta,

MotoGP Mandalika, UMKM Raup Omzet Hingga Rp 5 Juta/Hari

Kapolri Kembali Mutasi 199 Pati dan Pamen: dari Wakabaintelkam hingga 3 Kapolda

Rajin Minum Air Putih Kok Bisa Batu Ginja?

Pembalap  Spanyol Kecelakaan di Sirkuit Mandalika, Helikopter Terbangkan ke RS

Mengapa Kita Cenderung Memilih Tempat Duduk yang Sama?

Mengutip hasil skrining program cek kesehatan gratis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) periode 2025–2026, Brian menyebut masalah kecemasan dan depresi cukup banyak ditemukan pada kelompok usia muda.

“Dari 7 juta anak Indonesia yang diskrining, ternyata 10% mengindikasikan masalah kesehatan jiwa. Sekitar 4,4% menunjukkan gejala kecemasan, dan 4,8% menunjukkan gejala depresi,” ungkap Brian di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Selain itu, data pada 2023 mencatat prevalensi depresi tertinggi berada pada kelompok usia 15–24 tahun, yakni mencapai 2% Namun, dari kelompok yang terindikasi mengalami depresi, baru sekitar 10%b yang berinisiatif mencari bantuan medis atau psikologis.

Brian mengingatkan, jika masalah kesehatan mental generasi muda tidak ditangani dengan baik, Indonesia berisiko gagal memanfaatkan bonus demografi. Kondisi tersebut bahkan dapat membuat Indonesia menghadapi krisis penuaan penduduk (aging population), seperti yang dialami Jepang dan sejumlah negara Eropa.

“Kita itu akan selesai (bonus demografi) pada 2046. Setelah itu, jumlah penduduk produktif turun. Akibatnya, pajaknya semakin tinggi karena negara-negara maju yang penduduknya awet tua itu harus menanggung biaya hidup yang sehat terus,” tegasnya.

Di tengah tekanan sosial dan toksisitas ruang digital yang semakin masif, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong perguruan tinggi untuk mengubah stigma terhadap layanan psikologi agar lebih ramah dan mudah diakses mahasiswa.

Menurut Brian, mahasiswa masih kerap merasa malu ke ruang psikolog atau ruang bimbingan dan konseling (BK) karena menganggap dirinya sedang mengalami masalah.

“Mahasiswa itu kalau sudah datang ke ruang psikolog atau ruang BK, rasanya sudah jadi masalah dan menjadi malu. Ke depan, bagaimana kita bisa membuat fasilitas-fasilitas psikologi yang lebih ringan, santai, dan mudah diakses,” jelasnya.

Ia kemudian menganalogikan ketahanan mental masyarakat dengan kekuatan fisik suatu material. Menurutnya, daya tahan suatu material baru dapat diketahui setelah mengalami tekanan atau perlakuan tertentu.

“Kekuatan material itu tidak pernah diketahui kalau dia belum disentuh, ditekan, atau di-treatment. Begitu juga bangsa Indonesia, kita berada pada kondisi persaingan global yang keras. Kita butuh konsolidasi dan wawasan psikologi yang kuat agar generasi kita tangguh,” tandas Brian.

Komentar
Share11Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Mau Pidato di Sidang Umum PBB

80 Negara di PBB Setuju Usulan RI Cs Perihal Resolusi Anak

  ASPEK.ID, NEW YORK - Mengutip laporan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jumat, (9/10/ 2026), resolusi bersejarah yang disepakati seluruh...

Kemenkes: 186.629 Orang Dewasa dan 34.961 Anak di RI Alami Depresi

Kemenkes: 186.629 Orang Dewasa dan 34.961 Anak di RI Alami Depresi

  ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) mencatat angka gangguan kesehatan jiwa di Indonesia masih tergolong tinggi di...

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Beri Rp 974 Juta Kepada Setiap Anak Hingga Usia 17 Tahun

ASPEK.ID, SINGAPURA - Setiap anak di Singapura mendapatkan hampir S$ 70.000 atau setara Rp 974.693.300 dalam bentuk dukungan keuangan langsung...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In