• Latest
  • Trending
World Bank: Indeks SDM Indonesia 2020 Membaik

Mendiktisaintek: 10 Persen Anak Indonesia Terindikasi Gangguan Jiwa

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Rosan: 75 Persen Investasi Hilirisasi di Luar Jawa

Prabowo: Danantara Wajib Bantu Lanjutkan Proyek LRT Jakarta

Prabowo Belum Kirim Supres Pergantian Panglima TNI

Dua Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo

Jokowi: Setiap Negara Punya Sistem Pendidikan Berbeda-beda

Uji Materi Ijazah Capres Gugur di MK, Ini Pertimbangannya

Istana: Ijazah Gibran Bukan Tidak Ada, Belum Ditemukan

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

IMF: 3 Tantangan Utama Ekonomi Global

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Emas Antam Kembali Turun, Ini Daftar Harganya Hari Ini

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Buronan Penyelundup HP Ilegal Rp 253 M Ditangkap di Bandara Soetta

Merger Gojek-Tokopedia Permudah UMKM Go Digital

Prabowo Tugaskan Menteri UMKM Kawal Ojol

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Di Halmahera Tengah, Prabowo Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik

Di Halmahera Tengah, Prabowo Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik

UI:  Alasan Data Center AI Butuh Banyak Air

Menkomdigi Ingatkan Air dan Energi, Proyek Data Center BDx Disetop

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Mendiktisaintek: 10 Persen Anak Indonesia Terindikasi Gangguan Jiwa

by Aspek
Agustus 11, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
World Bank: Indeks SDM Indonesia 2020 Membaik

Ilustrasi anak sekolah. [Dok. Kemenkeu]

Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarta. Ia mengungkapkan, sebanyak 10% anak di Indonesia terindikasi mengalami masalah kesehatan jiwa terutama gangguan kecemasan dan depresi.

Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahaya bagi masa depan bangsa, terutama menjelang berakhirnya era bonus demografi Indonesia pada 2046.

BacaJuga

Rosan: 75 Persen Investasi Hilirisasi di Luar Jawa

Prabowo Belum Kirim Supres Pergantian Panglima TNI

Jokowi: Setiap Negara Punya Sistem Pendidikan Berbeda-beda

Istana: Ijazah Gibran Bukan Tidak Ada, Belum Ditemukan

IMF: 3 Tantangan Utama Ekonomi Global

Emas Antam Kembali Turun, Ini Daftar Harganya Hari Ini

Mengutip hasil skrining program cek kesehatan gratis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) periode 2025–2026, Brian menyebut masalah kecemasan dan depresi cukup banyak ditemukan pada kelompok usia muda.

“Dari 7 juta anak Indonesia yang diskrining, ternyata 10% mengindikasikan masalah kesehatan jiwa. Sekitar 4,4% menunjukkan gejala kecemasan, dan 4,8% menunjukkan gejala depresi,” ungkap Brian di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Selain itu, data pada 2023 mencatat prevalensi depresi tertinggi berada pada kelompok usia 15–24 tahun, yakni mencapai 2% Namun, dari kelompok yang terindikasi mengalami depresi, baru sekitar 10%b yang berinisiatif mencari bantuan medis atau psikologis.

Brian mengingatkan, jika masalah kesehatan mental generasi muda tidak ditangani dengan baik, Indonesia berisiko gagal memanfaatkan bonus demografi. Kondisi tersebut bahkan dapat membuat Indonesia menghadapi krisis penuaan penduduk (aging population), seperti yang dialami Jepang dan sejumlah negara Eropa.

“Kita itu akan selesai (bonus demografi) pada 2046. Setelah itu, jumlah penduduk produktif turun. Akibatnya, pajaknya semakin tinggi karena negara-negara maju yang penduduknya awet tua itu harus menanggung biaya hidup yang sehat terus,” tegasnya.

Di tengah tekanan sosial dan toksisitas ruang digital yang semakin masif, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong perguruan tinggi untuk mengubah stigma terhadap layanan psikologi agar lebih ramah dan mudah diakses mahasiswa.

Menurut Brian, mahasiswa masih kerap merasa malu ke ruang psikolog atau ruang bimbingan dan konseling (BK) karena menganggap dirinya sedang mengalami masalah.

“Mahasiswa itu kalau sudah datang ke ruang psikolog atau ruang BK, rasanya sudah jadi masalah dan menjadi malu. Ke depan, bagaimana kita bisa membuat fasilitas-fasilitas psikologi yang lebih ringan, santai, dan mudah diakses,” jelasnya.

Ia kemudian menganalogikan ketahanan mental masyarakat dengan kekuatan fisik suatu material. Menurutnya, daya tahan suatu material baru dapat diketahui setelah mengalami tekanan atau perlakuan tertentu.

“Kekuatan material itu tidak pernah diketahui kalau dia belum disentuh, ditekan, atau di-treatment. Begitu juga bangsa Indonesia, kita berada pada kondisi persaingan global yang keras. Kita butuh konsolidasi dan wawasan psikologi yang kuat agar generasi kita tangguh,” tandas Brian.

Komentar
Share11Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kemenkes: 186.629 Orang Dewasa dan 34.961 Anak di RI Alami Depresi

Kemenkes: 186.629 Orang Dewasa dan 34.961 Anak di RI Alami Depresi

  ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) mencatat angka gangguan kesehatan jiwa di Indonesia masih tergolong tinggi di...

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Beri Rp 974 Juta Kepada Setiap Anak Hingga Usia 17 Tahun

ASPEK.ID, SINGAPURA - Setiap anak di Singapura mendapatkan hampir S$ 70.000 atau setara Rp 974.693.300 dalam bentuk dukungan keuangan langsung...

Atjeh Connection Foundation Beri Layanan Trauma Healing Korban Banjir NTT

BPS: Sekitar Enam Persen Anak Indonesia

esia Belum Punya Akta Kelahiran Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan sekitar enam persen anak Indonesia berusia 0-17 tahun...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In