• Latest
  • Trending
World Bank: Indeks SDM Indonesia 2020 Membaik

Mendiktisaintek: 10 Persen Anak Indonesia Terindikasi Gangguan Jiwa

Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Atasi Banjir Jabodetabek

Istana Luruskan Isu Pratikno Sakit dan Bakal Mundur dari Kabinet

Kasus Tambang Murung Raya, Samin Tan Resmi Jadi Tersangka

Kejagung Periksa Sekretaris Kepala BGN di Kasus Korupsi MBG

6 Jenderal Bintang Tiga di Bursa Kapolri

Oknum Polisi Terlibat Narkotika Etomidate di Bireuen Dipecat

Atjeh Connection Foundation Beri Layanan Trauma Healing Korban Banjir NTT

BPS: Sekitar Enam Persen Anak Indonesia

Prabowo Gelar Open House di Istana, SBY hingga Gibran Hadir

SBY Tak Hadiri HUT RI di Istana, ini Penyebabnya

Foto Lawas Messi dan Bayi Yamal Viral Lagi, Kini Bertemu di Final Piala Dunia

Pemerintah Luncurkan Digitalisasi Akta Kelahiran, Layanan Publik Terintegrasi

Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Ekonom: Kelas Menengah Makin Sulit Punya Rumah

76 Tahun Indonesia dan Harapan Para Tokoh Bangsa

Kuota Undangan HUT RI untuk Warga di Istana Ditambah 3.400 Kursi

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Resmi Berlaku! MBG Wajib Habis Maksimal 4 Jam dan Dilarang Dibawa Pulang

Eks Menag Yaqut Menghilang dari Rutan, KPK Beri Penjelasan

Jaksa KPK: Yaqut Siapkan Rp 17,8 M untuk Pengaruhi Pansus Haji DPR

Bangun Smelter Terbesar di Dunia, Freeport Rogoh 600 Juta Dolar

Freeport Gelontorkan Rp 71,2 T untuk Tambang Kucing Liar di Papua

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Emas Antam Naik Lagi, Harga 1 Gram Kini Rp2,71 Juta

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Agustus 11, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Mendiktisaintek: 10 Persen Anak Indonesia Terindikasi Gangguan Jiwa

by Aspek
Agustus 11, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
World Bank: Indeks SDM Indonesia 2020 Membaik

Ilustrasi anak sekolah. [Dok. Kemenkeu]

Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarta. Ia mengungkapkan, sebanyak 10% anak di Indonesia terindikasi mengalami masalah kesehatan jiwa terutama gangguan kecemasan dan depresi.

Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahaya bagi masa depan bangsa, terutama menjelang berakhirnya era bonus demografi Indonesia pada 2046.

BacaJuga

Istana Luruskan Isu Pratikno Sakit dan Bakal Mundur dari Kabinet

Kejagung Periksa Sekretaris Kepala BGN di Kasus Korupsi MBG

Oknum Polisi Terlibat Narkotika Etomidate di Bireuen Dipecat

BPS: Sekitar Enam Persen Anak Indonesia

SBY Tak Hadiri HUT RI di Istana, ini Penyebabnya

Pemerintah Luncurkan Digitalisasi Akta Kelahiran, Layanan Publik Terintegrasi

Mengutip hasil skrining program cek kesehatan gratis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) periode 2025–2026, Brian menyebut masalah kecemasan dan depresi cukup banyak ditemukan pada kelompok usia muda.

“Dari 7 juta anak Indonesia yang diskrining, ternyata 10% mengindikasikan masalah kesehatan jiwa. Sekitar 4,4% menunjukkan gejala kecemasan, dan 4,8% menunjukkan gejala depresi,” ungkap Brian di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Selain itu, data pada 2023 mencatat prevalensi depresi tertinggi berada pada kelompok usia 15–24 tahun, yakni mencapai 2% Namun, dari kelompok yang terindikasi mengalami depresi, baru sekitar 10%b yang berinisiatif mencari bantuan medis atau psikologis.

Brian mengingatkan, jika masalah kesehatan mental generasi muda tidak ditangani dengan baik, Indonesia berisiko gagal memanfaatkan bonus demografi. Kondisi tersebut bahkan dapat membuat Indonesia menghadapi krisis penuaan penduduk (aging population), seperti yang dialami Jepang dan sejumlah negara Eropa.

“Kita itu akan selesai (bonus demografi) pada 2046. Setelah itu, jumlah penduduk produktif turun. Akibatnya, pajaknya semakin tinggi karena negara-negara maju yang penduduknya awet tua itu harus menanggung biaya hidup yang sehat terus,” tegasnya.

Di tengah tekanan sosial dan toksisitas ruang digital yang semakin masif, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong perguruan tinggi untuk mengubah stigma terhadap layanan psikologi agar lebih ramah dan mudah diakses mahasiswa.

Menurut Brian, mahasiswa masih kerap merasa malu ke ruang psikolog atau ruang bimbingan dan konseling (BK) karena menganggap dirinya sedang mengalami masalah.

“Mahasiswa itu kalau sudah datang ke ruang psikolog atau ruang BK, rasanya sudah jadi masalah dan menjadi malu. Ke depan, bagaimana kita bisa membuat fasilitas-fasilitas psikologi yang lebih ringan, santai, dan mudah diakses,” jelasnya.

Ia kemudian menganalogikan ketahanan mental masyarakat dengan kekuatan fisik suatu material. Menurutnya, daya tahan suatu material baru dapat diketahui setelah mengalami tekanan atau perlakuan tertentu.

“Kekuatan material itu tidak pernah diketahui kalau dia belum disentuh, ditekan, atau di-treatment. Begitu juga bangsa Indonesia, kita berada pada kondisi persaingan global yang keras. Kita butuh konsolidasi dan wawasan psikologi yang kuat agar generasi kita tangguh,” tandas Brian.

Komentar
Share8Tweet5SendShareShare1Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Atjeh Connection Foundation Beri Layanan Trauma Healing Korban Banjir NTT

BPS: Sekitar Enam Persen Anak Indonesia

esia Belum Punya Akta Kelahiran Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan sekitar enam persen anak Indonesia berusia 0-17 tahun...

RI Hapus 5 Juta Akun Anak Lampaui Capaian TikTok Australia

KPAI Ingatkan Ortu Jangan Jadikan HP Sebagai Pengasuh Anak

Jakarta - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kawiyan mengingatkan orangtua agar tidak menjadikan ponsel sebagai "pengasuh" ketika anak rewel...

RI Hapus 5 Juta Akun Anak Lampaui Capaian TikTok Australia

Anak Indonesia Habiskan Waktu 5-7 Jam/Hari Tatap Layar Hp

Jakarta - Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Pemuda dan Startup, Alfreno Kautsar Ramadhan, mengatakan penggunaan perangkat digital oleh...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In