Dilansir dari Real Simple, Rabu (12/8/2026), otak manusia bisa mengalami penurunan aliran darah ketika mereka menghabiskan sebagian besar waktu bangunnya dengan duduk atau bersantai.
Padahal, kata dokter geriatri dan salah satu direktur di Center for Memory Loss and Brain Health di Hackensack University Medical Center, Manisha Parulekar, MD, aliran darah adalah kunci dalam pengiriman oksigen dan nutrisi penting untuk fungsi otak yang optimal.
“Meskipun seharian bersantai dan melakukan sedikit aktivitas fisik terasa menyenangkan dan kadang diperlukan, hal itu tidak memberikan lonjakan dopamin dan endorfin seperti saat kita beraktivitas fisik,” jelas dr. Parulekar.
Neurolog David Perlmutter, MD, mengatakan, sehari kurang aktif bergerak tidak akan memicu perubahan yang berarti, atau bahkan berdampak nyata pada fungsi otak secara keseluruhan.
Ancaman penyakit saraf dan mental Ancaman serius baru muncul jika banyak duduk jadi rutinitas permanenmu.
“Ketidakaktifan fisik dikaitkan dengan peningkatan risiko penurunan kognitif dan demensia, dan banyak jalur yang membantu menjelaskan hubungan tersebut bersifat metabolik dan inflamasi,” ucap dr. Perlmutter disadur dari Kompad,com,
Ia menyoroti peran mikroglia, yakni sel imun penjaga otak, yang secara konstan mensurvei lingkungan dan merespons ancaman.
“Perilaku mereka berkaitan erat dengan keadaan metabolisme, yaitu fungsi mitokondria. Lingkungan metabolisme yang sehat membantu sel ini melakukan perlindungan dengan tepat, sedangkan disfungsi kronis berkontribusi pada keadaan inflamasi,” kata dr. Perlmutter.
“Gaya hidup pasif dikaitkan dengan kemungkinan yang lebih besar untuk mengembangkan atau memperburuk kondisi kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan,” tutur dr. Parulekar.














