Jakarta – Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI) bakal menutup sekitar 874 perusahan BUMN baik anak usaha, maupun cucu perusahaan. Perampingan BUMN sejalan dengan target pemerintah dalam mencapai efisieni pengelolaan perusahan negara.
CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, saat ini jumlah perusahaan BUMN mencapai 1.074, hingga Agustus 2026 sudah berhasil dikurangi melalui skema merger, divestasi, likuidasi, hingga konsolidasi perusahaan yang total nya sekitar 260 perusahan.
“Kita juga gabungkan, sehingga ini salah satu program yang kita jalankan dengan target memang pada akhir tahun ini kita bisa mencapai kurang lebih 200 perusahaan BUMN pada akhirnya,” ujarnya di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Sehingga dari posisi jumlah BUMN dari yang sebelumnya 1.074 perusahan, kemudian akan disisakan menjadi sekitar 200 perusahan, maka akan ada sekitar 874 perusahan yang akan dikurangi, baik anak usaha maupun cucu usaha dengan skema yang ditentukan oleh Danantara.
“Contohnya misal kita menggabungkan perusahaan aset manajemen yang tadinya setiap bank dan juga financial institution di bawah BUMN punya perusahaan aset manajemen sendiri itu kita gabungkan,” tambahnya.













