ASPEK.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan Presiden Prabowo Subianto mengutamakan perguruan tinggi untuk terjun langsung dalam proyek pembangunan Giant Sea Wall.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto memastikan Presiden selalu meminta perguruan tinggi dan peneliti Indonesia dilibatkan sejak awal dalam setiap proyek strategis nasional, termasuk Giant Sea Wall.
“Pertanyaan Bapak Presiden hampir selalu sama. Sudah dihitung oleh siapa? Sudah diuji di mana? Dan siapa ahli kita yang menanganinya?. Beliau juga menegaskan tidak boleh ada investasi tanpa transfer teknologi. Maknanya jelas, kampus kita harus ada di dalam, bukan menonton dari luar,” kata Mendiktisaintek, Minggu (16/8/2026).
Dalam proyek Giant Sea Wall, pihaknya sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang memposisikan perguruan tinggi sebagai center of excellence dan penyedia tenaga ahli multidisiplin.
Perguruan tinggi seperti IPB, ITB, Universitas Diponegoro (Undip), dan ITS, sudah terlibat aktif dalam penyediaan tenaga ahli, kajian teknis, dan pengembangan teknologi. Mulai dari pemodelan hidrodinamika yang presisi, teknologi konstruksi pantai yang adaptif, inovasi material, sampai pemahaman sosial ekonomi masyarakat pesisir.
“Dan ini tidak berhenti di kajian. Para guru besar dan pakar dilibatkan langsung masuk ke dalam tim pelaksana yang dipimpin Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa,” ujar Mendiktisaintek Brian dikutip dari Antara.
Ia juga menyebutkan sebagian teknologinya sudah lebih dulu diujicobakan oleh kampus, salah satunya yang berhasil di Demak dan Semarang.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya bertekad untuk memulai pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara Pulau Jawa pada masa pemerintahannya, mengingat proyek ini membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan dengan proyeksi hingga 20 tahun.
Prabowo menambahkan pembangunan Giant Sea Wall direncanakan dibagi menjadi 15 segmen dari Provinsi Banten hingga Gresik, Jawa Timur.
Apabila pembangunannya dilaksanakan secara serentak, Presiden Prabowo meyakini penyelesaian seluruh proyek ini dapat berkurang dari 20 tahun.
“Proyek Giant Sea Wall ini akan butuh 15 hingga 20 tahun untuk kita selesaikan pembangunannya. Ini waktu yang lama. Saya tidak tahu Presiden ke berapa yang akan meresmikan. Tapi saya bertekad Presiden Kedelapan akan mulai proyek ini,” ucapnya dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya pada Jumat (14/8/2026).











