Banda Aceh — Polda Aceh memastikan kondisi keamanan di Banda Aceh kembali kondusif setelah peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman diwarnai kericuhan.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan kericuhan yang terjadi saat rangkaian zikir dan doa bersama dapat segera dikendalikan oleh aparat.
Menurut Joko, situasi kembali aman berkat koordinasi TNI-Polri dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat yang turut membantu meredam ketegangan.
“Pelaksanaan zikir pada peringatan HDA ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman telah selesai. Walaupun sempat terjadi kericuhan saat acara zikir, situasi dapat segera dikendalikan dan tetap kondusif,” kata Joko dalam keterangannya, Sabtu (15/8).
Personel gabungan masih ditempatkan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman untuk menjaga keamanan dan memastikan masyarakat tetap merasa aman serta nyaman.
Selain penjagaan di lokasi, TNI-Polri juga akan meningkatkan patroli di sejumlah wilayah Aceh. Joko menegaskan aparat akan terus bekerja bersama masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga perdamaian yang telah berlangsung di Aceh.
“Perdamaian adalah milik kita bersama. Mari kita rawat dengan menjaga persatuan, menghormati sesama, dan bersama-sama menciptakan Aceh yang damai serta kondusif,” ujarnya.
Kericuhan sebelumnya terjadi di halaman Masjid Raya Baiturrahman setelah massa mengibarkan bendera bulan bintang di tiang utama masjid.
Aparat sempat meminta massa untuk tidak mengibarkan bendera tersebut. Namun, massa tetap melakukannya hingga situasi berkembang menjadi aksi saling lempar antara massa dan aparat.
Kericuhan kemudian meluas hingga ruas jalan di depan Masjid Raya Baiturrahman. Aparat akhirnya membubarkan massa menggunakan gas air mata.














