• Latest
  • Trending
NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Asing Tawarkan Bantuan untuk Gempa NTT

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Rosan: 75 Persen Investasi Hilirisasi di Luar Jawa

Prabowo: Danantara Wajib Bantu Lanjutkan Proyek LRT Jakarta

Prabowo Belum Kirim Supres Pergantian Panglima TNI

Dua Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo

Jokowi: Setiap Negara Punya Sistem Pendidikan Berbeda-beda

Uji Materi Ijazah Capres Gugur di MK, Ini Pertimbangannya

Istana: Ijazah Gibran Bukan Tidak Ada, Belum Ditemukan

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

IMF: 3 Tantangan Utama Ekonomi Global

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Emas Antam Kembali Turun, Ini Daftar Harganya Hari Ini

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Buronan Penyelundup HP Ilegal Rp 253 M Ditangkap di Bandara Soetta

Merger Gojek-Tokopedia Permudah UMKM Go Digital

Prabowo Tugaskan Menteri UMKM Kawal Ojol

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Di Halmahera Tengah, Prabowo Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik

Di Halmahera Tengah, Prabowo Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik

UI:  Alasan Data Center AI Butuh Banyak Air

Menkomdigi Ingatkan Air dan Energi, Proyek Data Center BDx Disetop

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Asing Tawarkan Bantuan untuk Gempa NTT

by Aspek
Agustus 18, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS
NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Kerusakan akibat gempa di NTT (Foto: ANTARA FOTO/GECIO VIANA)

ASPEK.ID, JAKARTA – Sejumlah pemimpin dunia menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus menawarkan bantuan kemanusiaan bagi Indonesia menyusul gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dukungan internasional ini mengalir tepat saat bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026.

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, menyatakan kesiapan negaranya untuk membantu proses pemulihan akibat gempa NTT. Dalam surat resmi yang dikutip oleh The Straits Times (17/08/2026), PM Wong menegaskan komitmen Singapura sebagai negara tetangga terdekat.

BacaJuga

Rosan: 75 Persen Investasi Hilirisasi di Luar Jawa

Prabowo Belum Kirim Supres Pergantian Panglima TNI

Jokowi: Setiap Negara Punya Sistem Pendidikan Berbeda-beda

Istana: Ijazah Gibran Bukan Tidak Ada, Belum Ditemukan

IMF: 3 Tantangan Utama Ekonomi Global

Emas Antam Kembali Turun, Ini Daftar Harganya Hari Ini

“Saya sedih mendengar jatuhnya korban jiwa dan kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 17 Agustus 2026. Singapura siap membantu dalam upaya bantuan dengan cara apa pun yang kami bisa, dan mendukung pemulihan daerah-daerah yang terdampak,” ujar PM Lawrence Wong.

Dari Seoul, Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, juga menyampaikan simpati kepada para korban melalui saluran diplomatik.

Berdasarkan laporan The Korea Times pada 17 Agustus 2026, Presiden Lee Jae-myung memastikan Korea Selatan berdiri bersama Indonesia dalam menghadapi bencana ini.

“Saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan, yang terdampak oleh gempa bumi mematikan tersebut,” ungkap Presiden Lee Jae-myung.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Korea Selatan mendoakan pemulihan yang cepat bagi rakyat Indonesia.

Dukungan serupa datang dari Beijing. Presiden China, Xi Jinping, mengirimkan pesan resmi yang dipublikasikan oleh Gov.cn pada 17 Agustus 2026. Dalam pesannya, Xi menyatakan kesiapan China untuk mengulurkan bantuan teknis.

“Atas nama pemerintah dan rakyat China, saya ingin menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban dan menyampaikan simpati tulus kepada keluarga yang berduka serta mereka yang terluka. Pihak China siap memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk pekerjaan bantuan bencana,” kata Presiden Xi Jinping.

Sementara itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melalui pernyataan resmi di laman President.ir, Senin (17/08/2026), menyampaikan solidaritas kepada pemerintah dan rakyat Indonesia.

“Pemerintah dan rakyat Iran menyampaikan simpati mereka kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang bersahabat,” tulis pernyataan tersebut, yang juga menekankan kesiapan Teheran dalam memberikan dukungan logistik jika diperlukan.

Amerika Serikat, melalui Kedutaan Besar di Jakarta, turut memberikan pernyataan lewat situs resmi id.usembassy.gov, Senin (17/08/2026). Di tengah ucapan selamat Hari Kemerdekaan Indonesia, AS menegaskan penuh sikap kemitraannya.

“Pikiran kami bersama masyarakat NTT yang terkena dampak gempa bumi ini. Amerika Serikat tetap menjadi mitra kuat Indonesia dan siap memberikan dukungan,” tulis pihak Kedutaan AS.

Pemerintah Indonesia sendiri hingga saat ini memastikan belum berencana membuka bantuan internasional untuk menangani gempa NTT.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pemerintah masih mampu menangani kebutuhan masyarakat terdampak berdasarkan pemantauan kondisi di lapangan.

“Belum ya. Nanti kita lihat karena berdasarkan laporan juga kami kebetulan lakukan setiap hari memonitor teman-teman di lapangan, semua masih bisa kita tangani dengan baik,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

Menurut Prasetyo, kebutuhan dasar masyarakat terdampak, mulai dari logistik hingga pengungsian, masih dapat dipenuhi pemerintah. Karena itu, bantuan dari negara lain belum menjadi kebutuhan dalam penanganan darurat saat ini.

Selain memastikan kebutuhan dasar masyarakat, pemerintah juga mulai mengidentifikasi kebutuhan pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak gempa.

“Baik kebutuhan logistik, apa pengungsian, bahkan rencana-rencana untuk perbaikan baik Huntara maupun Huntap itu pun sudah dalam proses diidentifikasi,” ujar Prasetyo.

 

Komentar
Share11Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Gempa M7,7 Guncang NTT, Dua Warg Meninggal Dunia di Sikka

Wamenkes: Relawan Medis di Gempa NTT Diberi Rp 350.000/Hari

  ASPEK.ID, JAKARTA -  Pemerintah pastikan bakal memberikan uang harian kepada relawan yang dikirim Kementerian Kesehatan untuk turun ke wilayah...

Pertamina Salurkan Makanan dan Obat ke Pelosok NTT

Pertamina Salurkan Makanan dan Obat ke Pelosok NTT

  ASPEK.ID, MANGGARAI - Tim gabungan relawan Pertamina Patra Niaga, Pertamina Foundation dan relawan lokal berhasil menembus Dusun Watu Hedok,...

Prabowo ke Riau, Pastikan Karhutla Padam

Hari Ini, Prabowo ke NTT Tinjau Penanganan Gempa Flores

    ASPEK.ID, JAKARTA -  Presiden Prabowo Subianto hari ini dijadwalkan berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau langsung...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In