• Latest
  • Trending
NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Asing Tawarkan Bantuan untuk Gempa NTT

Pendaki 16 Tahun Jatuh ke Kawah Gunung Slamet Saat Selfie

Pendaki 16 Tahun Jatuh ke Kawah Gunung Slamet Saat Selfie

Prabowo Ajukan Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara

Prabowo Ajukan Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara

Pedagang Pasar Tradisional Layak Dapat Stimulus

Pemerintah Luncurkan Kredit Khusus Perempuan Prasejahtera

Kebakaran Hebat Pangkalan PO Sinar Jaya, 50 Bus Hangus Dilalap Api

Kebakaran Hebat Pangkalan PO Sinar Jaya, 50 Bus Hangus Dilalap Api

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Aman Selama Demo Mahasiswa Tidak Ricuh

Rapat Paripurna DPR Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman 2026-2031

Rapat Paripurna DPR Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman 2026-2031

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Mendag Akui Harga Pangan Naik Efek MBG, Masih Wajar

BRIN Respons Gagasan Ambulans Terbang Prabowo

BRIN Respons Gagasan Ambulans Terbang Prabowo

Ekspansi Internasional, Citilink Datangkan Airbus A330-900 NEO

Citilink Buka Rute Baru dari Bandung ke Lima Kota Besar Mulai Minggu ini

DPR Minta Kejagung Serius Tangani Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Rp22 T

Paripurna DPR Setujui 11 Calon Hakim Agung dan 3 Hakim Ad Hoc MA

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Prediksi BMKG: Gempa Susulan di NTT Masih Terjadi hingga 3-4 Pekan

Amran Cerita Bill Clinton Bahas Kopi Gayo saat Bertemu di Luar Negeri

Mentan Copot 14 Pejabat Kementan, Diduga Terlibat Korupsi Miliaran

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Agustus 18, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Asing Tawarkan Bantuan untuk Gempa NTT

by Aspek
Agustus 18, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS
NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Kerusakan akibat gempa di NTT (Foto: ANTARA FOTO/GECIO VIANA)

ASPEK.ID, JAKARTA – Sejumlah pemimpin dunia menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus menawarkan bantuan kemanusiaan bagi Indonesia menyusul gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dukungan internasional ini mengalir tepat saat bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026.

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, menyatakan kesiapan negaranya untuk membantu proses pemulihan akibat gempa NTT. Dalam surat resmi yang dikutip oleh The Straits Times (17/08/2026), PM Wong menegaskan komitmen Singapura sebagai negara tetangga terdekat.

BacaJuga

Pendaki 16 Tahun Jatuh ke Kawah Gunung Slamet Saat Selfie

Prabowo Ajukan Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara

Pemerintah Luncurkan Kredit Khusus Perempuan Prasejahtera

Kebakaran Hebat Pangkalan PO Sinar Jaya, 50 Bus Hangus Dilalap Api

IHSG Aman Selama Demo Mahasiswa Tidak Ricuh

Rapat Paripurna DPR Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman 2026-2031

“Saya sedih mendengar jatuhnya korban jiwa dan kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 17 Agustus 2026. Singapura siap membantu dalam upaya bantuan dengan cara apa pun yang kami bisa, dan mendukung pemulihan daerah-daerah yang terdampak,” ujar PM Lawrence Wong.

Dari Seoul, Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, juga menyampaikan simpati kepada para korban melalui saluran diplomatik.

Berdasarkan laporan The Korea Times pada 17 Agustus 2026, Presiden Lee Jae-myung memastikan Korea Selatan berdiri bersama Indonesia dalam menghadapi bencana ini.

“Saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan, yang terdampak oleh gempa bumi mematikan tersebut,” ungkap Presiden Lee Jae-myung.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Korea Selatan mendoakan pemulihan yang cepat bagi rakyat Indonesia.

Dukungan serupa datang dari Beijing. Presiden China, Xi Jinping, mengirimkan pesan resmi yang dipublikasikan oleh Gov.cn pada 17 Agustus 2026. Dalam pesannya, Xi menyatakan kesiapan China untuk mengulurkan bantuan teknis.

“Atas nama pemerintah dan rakyat China, saya ingin menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban dan menyampaikan simpati tulus kepada keluarga yang berduka serta mereka yang terluka. Pihak China siap memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk pekerjaan bantuan bencana,” kata Presiden Xi Jinping.

Sementara itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melalui pernyataan resmi di laman President.ir, Senin (17/08/2026), menyampaikan solidaritas kepada pemerintah dan rakyat Indonesia.

“Pemerintah dan rakyat Iran menyampaikan simpati mereka kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang bersahabat,” tulis pernyataan tersebut, yang juga menekankan kesiapan Teheran dalam memberikan dukungan logistik jika diperlukan.

Amerika Serikat, melalui Kedutaan Besar di Jakarta, turut memberikan pernyataan lewat situs resmi id.usembassy.gov, Senin (17/08/2026). Di tengah ucapan selamat Hari Kemerdekaan Indonesia, AS menegaskan penuh sikap kemitraannya.

“Pikiran kami bersama masyarakat NTT yang terkena dampak gempa bumi ini. Amerika Serikat tetap menjadi mitra kuat Indonesia dan siap memberikan dukungan,” tulis pihak Kedutaan AS.

Pemerintah Indonesia sendiri hingga saat ini memastikan belum berencana membuka bantuan internasional untuk menangani gempa NTT.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pemerintah masih mampu menangani kebutuhan masyarakat terdampak berdasarkan pemantauan kondisi di lapangan.

“Belum ya. Nanti kita lihat karena berdasarkan laporan juga kami kebetulan lakukan setiap hari memonitor teman-teman di lapangan, semua masih bisa kita tangani dengan baik,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

Menurut Prasetyo, kebutuhan dasar masyarakat terdampak, mulai dari logistik hingga pengungsian, masih dapat dipenuhi pemerintah. Karena itu, bantuan dari negara lain belum menjadi kebutuhan dalam penanganan darurat saat ini.

Selain memastikan kebutuhan dasar masyarakat, pemerintah juga mulai mengidentifikasi kebutuhan pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak gempa.

“Baik kebutuhan logistik, apa pengungsian, bahkan rencana-rencana untuk perbaikan baik Huntara maupun Huntap itu pun sudah dalam proses diidentifikasi,” ujar Prasetyo.

 

Komentar
Share9Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Tangani Gempa NTT

  ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah belum membuka bantuan dari negara asing dalam menangani dampak...

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Pertamina Patra Niaga Kirim Bantuan ke NTT

ASPEK lD, KUPANG - Gempa berkekuatan 7,7 Magnitudo yang terjadi pada Sabtu pagi (15/8) membuat sebagian warga di sejumlah wilayah...

Gempa M7,7 Guncang NTT, Dua Warg Meninggal Dunia di Sikka

Cegah Disinformasi, BNPB Buka Media Center Gempa NTT

    ASPEK. ID, KUPANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaktifkan Media Center resmi guna menyajikan pembaruan data penanganan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In